Sektor perdagangan jasa di Indonesia belum sepenuhnya siap hadapi AEC, maka kita harus kerjakeras untuk memastikan sektor jasa kita punya daya saing...
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, menyatakan kesiapan Indonesia dalam bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015 mendatang baru mencapai 83 persen.

"Kurang dari setahun kita harus bereskan yang 17 persen ini," kata Bayu usai menghadiri seminar nasional mengenai integrasi sistem pembayaran jelang AEC di Jakarta, Rabu.

Dari 17 persen yang harus dibereskan, Bayu mengemukakan bahwa sektor perdagangan jasa adalah sektor yang dianggap masih harus dibenahi demi menghadapi AEC pada 2015 mendatang.

"Sektor perdagangan jasa di Indonesia belum sepenuhnya siap hadapi AEC, maka kita harus kerjakeras untuk memastikan sektor jasa kita punya daya saing dengan negara lain," ujar Bayu.

Bayu kemudian memaparkan bahwa defisit neraca di sektor jasa Indonesia masih terlampau besar.

Sebagai contoh Bayu mengemukakan bahwa ekspor jasa transportasi pada 2012 adalah 3,8 miliar dolar AS sementara impor untuk sektor jasa ke Indonesia mencapai 12,5 miliar dolar AS.

Oleh sebab itu Bayu menekankan bahwa angka defisit tersebut harus menjadi salah satu fokus perhatian, karena salah satu tantangan dalam menghadapi AEC adalah dengan menjaga defisit di sektor perdagangan jasa.

Pewarta: Maria Rosari
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2014