counter

BPBD Ambon sosialisasi sistem peringatan dini bencana

BPBD Ambon sosialisasi sistem peringatan dini bencana

Dampak Cuaca Ekstrim Ombak besar menerjang pesisir pantai Desa Amahusu, Ambon, Maluku saat cuaca ekstrim melanda Kota Ambon, Selasa (14/1). BMKG Ambon juga telah mengeluarkan peringatan dini angin dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam dan juga gelombang laut yang tinggi akan terjadi di sejumlah wilayah Provisi Maluku. (ANTARAFOTO/Izaac Mulyawan)

Ambon (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggelar, sosialisasi sistem peringatan dini bencana guna membangun kesiapan masyarakat menghadapi bencana.

"Sistim peringatan dini bencana dimaksudkan agar masyarakat yang bermukim di daerah banjir dan longsor, dapat memperoleh informasi lebih awal tentang bahaya bencana yang mungkin terjadi, serta waktu evakuasi korban memadai agar resiko yang ditimbulkan dalam diminimalkan," kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, Rabu.

Menurut dia, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Ambon akibat kurang arifnya masyarakat mengelola lingkungan, hutan yang gundul serta semakin berkurangnya daerah resapan air.

"Berkurangnya kawasan hijau mengambarkan tidak cerdasnya kita dalam mengelola lingkungan. Selain itu pembangunan rumah warga di bantaran sungai dan lereng bukti secara bebas," katanya

Anthony mengatakan, bencana alam yang terjadi tidak luput dari peran dan fungsi pemerintah dalam penegakan aturan.

"Aparat pemerintah terkadang lemah dalam penagakan hukum, dan melakukan pembiaran bagi masyarakat yakni memberikan IMB bagi warga di kawasan yang dilarang untuk membangun," katanya.

Diakuinya, belajar dari berbagai peristiwa bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor dan banjir telah terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Kota Ambon, diperlukan upaya pencegahan, pengendalian, sampai langkah kesiap-siagaan pada tahap bencana.

"Lemahnya kesiapan pada saat terjadi bencana, maka diperlukan tahapan manajemen bencana yaitu tahap saat bencana hingga setelah bencana, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri secara dini," tandasnya.

Ia menjelaskan, upaya untuk meminimalisir korban dan kerugian mutlak dilakukan pada tahap sebelum bencana yakni indentifikasi daerah rentan bencana disertai upaya diseminasi atau sosialisasi daerah rentan bencana dan penerapan peraturan pengembangan pembangunan wilayah secara ketat.

Ditunjang pembelajaran untuk memberdayakan masyarakat dan aparat di wilayah rentan bencana, pemantauan secara terus menerus di daerah rentan bencana untuk memperkuat system peringatan dini.

Serta penerapan berbagai teknologi sederhana yang tepat guna untuk pemantauan gejala awal bencana termasuk pengendalia.

Pewarta:
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar