Barcelona (ANTARA News) - Pelatih Barcelona, Gerardo "Tata" Martino, menyatakan bertanggung jawab atas kekalahan timnya dari Real Sociedad dan dia mengaku salah membaca permainan.

Kekalahan 3-1 di Anoeta pada Sabtu malam membuat Barca tertinggal tiga poin dari Real Madrid yang mengalahkan Elche di Santiago Bernabeu.

"Saya merasa sakit atas kekalahan ini," kata Martino dilansir dari laman Football-Espana (23/2).

"La Real (Sociedad) bermain bagus dan saya salah membaca permainan. Saya pikir taktik kami seharusnya sama ketika melawan La Real di semi final Copa del Rey," katanya.

Martino diusir ke tribun penonton selama berlangsung namun ia menolak membahas insiden tersebut dengan rinci.

"Tidak ada yang bisa saya katakan," katanya. "Wasit membuat keputusan dan itu saja. Tidak ada saling melontar kata-kata antara pelatih Real Sociedad atau pemainnya."

Barca memainkan dua gelandnang bertahan Alex Song dan Sergio Busquets. Martino menjelaskan ia hanya berusaha meniru peran Busquets di timnas Spanyol.

"Kami telah berdiskusi dengan Busquets tentang hal itu. Ia lebih terbiasa bermain bersama gelandang lain dengan tim nasional," kata Martino.

Martino juga menjelaskan mengenai keputusannya melakukan enam perubahan usai mengalahkan Manchester City pada Selasa pekan lalu, salah satunya tidak menyertakan Xavi Hernandez

"Setiap pemain berpikir bahwa mereka harus bermain," kata Martino ketika ditanya apakah Xavi kesal tidak dimainkan.

"Saya memainkan Cesc dan tidak memainkan Alexis, artinya kami punya empat pemain depan dan tiga di lini tengah. Kami pikir bukan saat yang tepat untuk memainkan Xavi," katanya.

"Dengan skor di 3-1, kami merasa ia tidak perlu bermain di sisa 20 sampai 25 menit," katanya.

Pada kesempatan itu Martino juga menjelaskan alasan dirinya tidak cepat melakukan perubahan meskipun di babak pertama bermain buruk.

"Kami menunda membuat perubahan karena kami percaya Messi akan membawa kami kembali dalam permainan dan kami ingin menunggu untuk melihat bagaimana babak kedua berkembang," jawab Martino,"

"Kami kebobolan dua gol berturut-turut. Mungkin keputusan untuk tidak membuat perubahan apapun tidak tepat dan kami membuat kesalahan dengan berpikir skor 1-1 akan membuat kami kembali," katanya.

"Kami merasa laga melawan Manchester City menimbulkan masalah fisik dan kami merotasi skuad sehingga setiap pemain merasa penting," pungkas Martino.

Penerjemah:
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2014