counter

Legislator kritik penanganan kekerasan pemilu di Aceh

Legislator kritik penanganan kekerasan pemilu di Aceh

Anggota DPR-RI Nasir Djamil (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR HM Nasir Djamil menilai aparat kepolisian kurang mampu mengatasi potensi-potensi kekerasan menjelang Pemilu Legislatif di beberapa daerah di Provinsi Aceh.

"Seharusnya peran intelijen lebih ditingkatkan dan dikedepankan sehingga potensi kekerasan menjelang pemilu di Aceh itu dapat dieliminasi," kata Nasir Djamil yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan menanggapi maraknya kekerasan di beberapa daerah di Aceh menjelang Pemilu Legislatif di provinsi yang pernah dilanda konflik bersenjata itu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengharapkan semua pihak agar menahan diri guna mewujudkan harapan masyarakat banyak yakni damai hakiki di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Nasir Djamil juga menilai aparat kepolisian di Aceh sepertinya kurang mampu mengantisipasi kejadian dikarenakan minimnya pencegahan dini terhadap potensi kekerasan yang telah merenggut korban jiwa di wilayah tersebut.

"Berbagai kejadian itu juga seakan-akan mengesankan bahwa hukum sudah tidak berwibawa lagi di Aceh," kata dia menambahkan.

Di pihak lain, Nasir Djamil menilai kekerasan-kekerasan politik di Aceh itu karena minimnya pemahaman demokrasi dan juga beberapa partai politik yang belum dewasa menyikapi perbedaan.

Aksi kekerasan yang menyebabkan sepeda motor dibakar dan dua unit mobil milik simpatisan Partai Aceh dirusak massa di Takengon, Aceh Tengah pada 19 Maret 2014.

Pada Kamis (20/4), massa dari Partai Aceh juga membalas dengan membakar posko pemenangan Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan yakni Tagore Abubakar di Kabupaten Bener Meriah.

Sementara di Aceh Utara, rumah kader Partai Nasional Aceh, Asyrin Amin ditembaki dengan senjata air soft gun. Selanjutnya pada Jumat (21/3), iring-iringan mobil yang mengangkut kader Partai Aceh seusai kampanye, ditembaki di kawasan Desa Ulee Pulo, Aceh Utara.

Dalam kejadian penembakan mobil Partai Aceh itu menyebabkan kader Partai Aceh terkena luka tembak.

Selanjutnya di Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dua kader Partai Nasional Aceh dikeroyok sejumlah orang .

Kemudian, sekelompok orang juga merusak mobil dan rumah mertua Deddi Syafrizal yang merupakan caleg dari Partai Nasional Aceh untuk DPR Aceh di Desa Cot Murong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Kekerasan pemilu selanjutnya adalah sekelompok orang membakar kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh di Muara Satu Kota Lhokseumawe pada Jumat (21/3) malam.

Pewarta: Azhari
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komisi III DPR tidak berniat buruk dalam Revisi Undang-Undang KPK

Komentar