Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, ditutup melemah tipis sebesar 5,06 poin atau 0,10 persen ke posisi 4.893,15, salah satunya didorong oleh pelemahan kurs rupiah.

Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,99 poin (0,12 persen) ke level 829,34.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan tekanan yang terjadi pada mata uang rupiah memicu indeks BEI bergerak berkonsolidasi cenderung menurun.

"Sentimen negatif dari pelemahan rupiah di tengah penguatan bursa saham Dow Jones tadi malam membuat indeks BEI masih terkonsolidasi sehingga menunda untuk melanjutkan penguatan untuk menembus level psikologis di 4.920 poin," katanya.

Ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diakumulasi untuk Kamis (24/4) di antaranya Perusahaan Gas Negara (PGAS), Adhi Karya (ADHI), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya wijaya mengatakan arus dana asing di pasar saham yang masih mengalir telah menopang indeks BEI tidak tertekan lebih dalam.

"Beli bersih asing sekitar Rp457,426 miliar pada Rabu ini, hal itu menggambarkan bahwa indeks BEI masih konsolidasi sebelum kembali melanjutkan proses kenaikannya," ujarnya.

Transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI tercatat sebanyak 224.094 kali dengan volume mencapai 3,63 miliar lembar saham senilai Rp5,43 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 145 saham, melemah 154 saham, dan yang tidak bergerak 97 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 221,04 poin (0,97 persen) ke level 22.509,64, indeks Nikkei naik 157,50 poin (1,09 persen) ke level 14.546,27 dan Straits Times melemah 19,52 poin (0,60 persen) ke posisi 3.258,01.


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014