Jenewa (ANTARA News) - Swiss, Prancis, dan Turki pada Jumat mengundurkan diri dari persaingan untuk menjadi tuan rumah pada Piala Eropa 2020, edisi pertama turnamen sepak bola internasional papan atas Eropa yang dilangsungkan di sejumlah negara.

Federasi Sepak Bola Swiss (SFF) mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi berupaya menjadikan Stadion St. Jakob Park di Basel untuk masuk dalam daftar 13 stadion yang akan dipilih oleh badan sepak bola Eropa UEFA.

Presiden SFF Peter Gillieron mengatakan fakta bahwa Swiss menjadi tuan rumah Piala Eropa 2008 bersama dengan negara tetangganya Austria merupakan faktor utama.

"Kami merasa bahwa negara-negara yang telah menyelenggarakan Kejuaraan Eropa dalam 12 tahun terakhir, dengan sebaik-baiknya, memiliki peluang yang kecil untuk dapat dipilih untuk (turut menjadi tuan rumah) Piala Eropa 2020," demikian pernyataannya.

Dengan demikian, kata sekretaris jenderal SFF Alex Miescher, federasi merasa tidak mampu melakukan investasi keuangan ataupun mendapat dukungan dari politisi-politisi lokal dan nasional.

Belakangan Turki juga mengurungkan niat untuk berupaya menjadi tempat dilangsungkannya semifinal dan final Piala Eropa 2020, dan memilih untuk berupaya memenangi hak menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024.

"Kami meyakini Turki berada pada titik di mana kami mampu menyelengarakan turnamen secara keseluruhan," demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Turki.

Federasi mengatakan Turki akan segera memiliki 13 stadion yang memenuhi persyaratan dengan "kriteria kapasitas Kejuaraan Sepak Bola Eropa."

"Ketika situasinya seperti itu, Turki merupakan negara yang mampu menyelenggarakan turnamen tersebut sendirian," tambahnya.

"Oleh karena itu, dewan kami memutuskan pada hari ini untuk tidak bersaing dalam pemilihan hak menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Eropa 2020."

Federasi berkata pihaknya sekarang akan fokus terhadap "kampanye untuk proses kandidat tuan rumah Piala Eropa 20024."

Sebelumnya, tuan rumah Piala Eropa 2016 Prancis telah mengundurkan diri dari persaingan untuk menjadi salah satu tuan rumah Piala Eropa 2020, di mana presiden federasi mereka Noel Le Graet mendeklarasikan Lyon tidak akan mengajukan diri menjadi salah satu calon kota penyelenggara.

Pada pekan ini juga Republik Ceko dan salah satu tuan rumah Piala Eropa 2012 Polandia telah mengundurkan diri, namun Belgia mengonfirmasi bahwa Brussel akan secara resmi diperkenalkan sebagai kota kandidat.

UEFA akan mengumumkan 13 kota tuan rumah pada September, sebagaimana yang diupayakan presiden Michel Platini untuk menerapkan format baru dengan menyelenggarakan turnamen ini di banyak negara.

Jerman, yang telah menyelenggarakan Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 2006, juga menarik perhatian terkait Piala Eropa 2020, di mana Munich menyingkirkan Berlin sebagai kota kandidat yang diusung Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Jerman telah mengajukan satu tawaran dari dua paket yangada, dan berharap dapat menjadi tuan rumah untuk tiga pertandingan fase grup dan perempat final, atau menyelenggarakan semifinal dan final di ibukota Bavaria.

"Kami yakin kami memiliki upaya kuat dan berharap dapat meyakinkan UEFA dengan fasilitas-fasilitas kelas dunia kami dan antusiasme para penggemar di Jerman," kata sekretaris jenderal DFB Helmut Sandrock seperti dilansir AFP.

(Uu.H-RF/A016)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014