Peshawar, Pakistan (ANTARA News) - Pasukan Pakistan hari Rabu menggagalkan serangan terhadap sebuah terminal perbekalan NATO di wilayah baratlaut, membunuh satu penyerang dan membuat yang lain melarikan diri, kata beberapa pejabat.

Serangan itu dilakukan di Jamrud di daerah suku Khyber yang berbatasan dengan Afghanistan, kata pejabat pemerintah Ali Sher, lapor AFP.

"Militan mulai menembaki terminal itu dan berusaha memasukinya," kata Sher, dengan menambahkan bahwa serangan itu melibatkan lebih dari 12 orang yang bersenjatakan senapan otomatis dan mortir.

"Pasukan Korps Perbatasan membalas dan membuat militan terpaksa melarikan diri meninggalkan satu mayat," tambahnya.

Seorang pejabat intelijen di Jamrud mengkonfirmasi serangan itu.

Pakistan adalah rute perbekalan utama bagi misi pimpinan AS di Afghanistan yang dilanda perang, khususnya ketika NATO bersiap-siap menarik pasukan dan perlenangkapan pada akhir tahun ini.

Truk-truk perbekalan NATO, yang mengangkut segala sesuatu mulai dari bahan bakar hingga amunisi dan makanan, sering diserang ketika dalam perjalanan antara kota pelabuhan Pakistan, Karachi, dan titik-titik penyeberangan perbatasan.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.


Penerjemah: Memet Suratmadi

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014