Donetsk, Ukraina (ANTARA News) - Bandara utama di kota sebelah timur Ukraina, Donetsk, ditutup setelah diserang oleh puluhan separatis bersenjata yang bersumpah untuk mempertahankan perlawanan mereka sehari setelah pemilihan presiden.

"Pada pukul 03.00 dini hari, sekelompok pria bersenjata datang. Tidak ada penembakan dan mereka meminta agar tentara yang menjaga perimeter bandara ditarik," kata juru bicara Dmytro Kosinov kepada AFP, Rabu.

Kosinov mengatakan bandara berhenti beroperasi pada pukul 07.00 pagi waktu setempat dan kini tampak berada di bawah kendali pria bersenjata yang menyebut diri mereka sebagai "perwakilan Republik Rakyat Donetsk" yang telah memproklamasikan kemerdekaan dari Kiev.

Seorang wartawan AFP melihat tiga truk sarat akan pria bersenjata dalam kamuflase dan beberapa mengenakan pita jingga-dan-hitam St George yang mewakili kesetiaan pada Rusia melewati pos pemeriksaan polisi dan menuju bandara.

Mereka diikuti oleh dua kendaraan SUV dengan jendela gelap.

Separatis di timur yang pro Rusia di negara bekas Uni Soviet itu meluncurkan pemberontakan terhadap kekuasaan Kiev pada awal April yang membuat mereka merebut puluhan kota-kota di wilayah Donetsk dan Lugansk yang bertetangga dengan Rusia.

Para pemberontak menggagalkan pemungutan suara di sepanjang bagian timur Ukraina selama pemilihan presiden, pada Minggu, di mana milioner pro-Barat Petro Poroshenko ditetapkan menang di babak pertama.
(A062)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2014