Indonesia raih dua gelar di Taiwan Open 2014

Indonesia raih dua gelar di Taiwan Open 2014

Pemain ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Nitya Krishinda Maheswari (ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta)

...ini merupakan suatu progres baru bagi sektor ganda putri Indonesia.
Semarang (ANTARA News) - Pebulu tangkis Indonesia berhasil meraih dua gelar juara pada kejuaraan bulu tangkis "Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014" setelah mereka mengalahkan lawan-lawannya pada babak final.

Berdasarkan laman PBSI yang dikutip di Semarang, Jateng, Minggu, menyebutkan, kedua gelar tersebut melalui nomor ganda putri atas nama pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan ganda putra atas nama pasangan Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia.

"Indonesia berhasil meraih dua gelar juara di Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014. Selamat kepada Greysia/Nitya dan Hendra/Andrei atas hasil kerja keras yang diraih, semogra prestasi ini dapat diikuti rekan-rekan lainnya," kata Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan.

"Kemenangan ini merupakan suatu progres baru bagi sektor ganda putri Indonesia. Gelar juara ini juga dapat menjadi modal kepercayaan diri untuk Greysia/Nitya, sekaligus pembuktian bahwa permainan meeka sudah berada di level dunia," katanya.

Greysia/Nitya kembali mengejutkan pecinta bulu tangkis dengan menumbangkan salah satu ganda putri terbaik dunia Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok) dengan angka 21-18,21-11. Ini merupakan kemenangan kedua mereka atas pasangan Tiongkok tersebut setelah pada pertemuan terakhir mereka pada Prancis Terbuka 2013, Greysia/Nitya menang 21-17,14-21,23-21 sehingga rekor pertemuan mereka saat ini menjadi 2-2.

"Puji Tuhan, kami senang sekali akhirnya bisa tembus menjadi juara. Gelar ini membuat kami makin percaya diri menjelang tampil pada kejuaraan dunia dan Asian Games 2014. Kemenangan ini memang lebih mudah dibanding pertemuan terakhir yang harus rubber game. Kali ini kami bisa mengontrol lawan di lapangan," kata Greysia.

"Kami merasa tampil konsisten, kami tak mau lawan kembali kepada permainan mereka. Kami terus memaksa mereka masuk kepada irama permainan kami. Selain itu kami percaya dan yakin akan kemampuan kami untuk bisa mengalahkan Wang/Yu lagi," kata Nitya Krishinda.

Kepala Pelatih ganda putri Eng Hian yang mendampingi Greysia/Nitya saat bertanding mengatakan, salah satu kunci kemenangan anak-anak didiknya adalah rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa menaklukkan pemain asal Tiongkok.

"Para pemain kita cukup disiplin dan konsisten menerapkan strategi. Hal yang paling penting hari ini mereka tidak merasa kalau lawan itu tidak bisa dikalahkan. Kunci utamanya tidak takut sama lawan karena selama ini pemain-pemain kita terutama ganda putri sudah takut duluan kalau melawan pemain Tiongkok. Ini yang menyebabkan permainan dan strategi tidak bisa keluar di lapangan," kata Eng Hian.

Sementara itu pada nomor ganda putra psangan Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia menjadi juara pada kejuaraan bulu tangkis berhadiah total 200 ribu dolar Amerika Serikat setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dengan rubber game 21-14,16-21,21-16.

Pada nomor ganda campuran, pasangan muda Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika gagal menjadi juara setelah dikalahkan wakil dari Tiongkok Liu Yuchen/Yu Xiaohan dengan dua game langsung 12-21,14-21.

Dengan hasil ini, Indonesia dan Tiongkok sama-sama meraih dua gelar juara dan satu gelar lagi direbut pemain Korea Selatan.



Hasil lengkap kejuaraan bulu tangkis Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014:


1. Ganda campuran

Liu Yuchen/Yu Xiaohan (Tiongkok) vs Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika (Indonesia) 21-12,21-14


2. Tunggal putri

Sung Ji Hyun (Korea Selatan) vs Liu Xin (Tiongkok) 21-13.21-18


3. Ganda putri


Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (Indonesia) vs Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok) 21-18,21-11


4. Tunggal putra

Lin Dan (Tiongkok) vs Wang Zhengming (Tiongkok) 21-19,21-14


5. Ganda putra

Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia (Indonesia) vs Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok) 21-14,16-21,21-16. 

Pewarta:
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar