Gelar Driver Jadi Prioritas, Kata Alonso

Sao Paulo (ANTARA News) - Fernando Alonso mengatakan, Renault harus mendukung penuh ambisinya merebut gelar Formula Satu untuk kedua kalinya secara beruntun pekan ini karena hal itu lebih penting ketimbang mahkota konstruktor. "Yang penting adalah kejuaraan driver, tidak hanya bagi saya tapi untuk semua orang," kata pembalap Spanyol itu dalam jumpa pers Grand Prix Brazil Kamis. "Kita melihat secara gamblang di jalan-jalan, dimana-mana mulai dari Cina. Saya pikir kita hanya melihat wajah Michael (Schumacher) dan Alonso dalam gambar," tambah pembalap berusia 25 tahun itu dikutip Reuters. "Anda tidak melihat logo Ferrari dan Renault. Saya pikir orang ingat pembalap mana yang jadi juara dan mobil apa yang mereka gunakan. "Saya pikir tidak ada yang ingat siapa yang jadi juara konstruktor 10 tahun lalu." Alonso, yang bersiap-siap menghadapi lomba terakhirnya selaku pembalap Renault sebelum bergabung dengan Mercedes-McLaren, kini unggul 10 poin dari pembalap Ferrari Schumacher menjelang lomba akhir musim di Interlagos. Keduanya sudah memenangi lomba tujuh kali yang berarti Alonso hanya perlu satu poin untuk meraih gelar, sedangkan juara tujuh kali Schumacher, yang akan mengundurkan diri setelah lomba Minggu, harus menang dan berharap pembalap Renault itu gagal meraih poin. Juara Renault unggul sembilan poin dari Ferrari dalam klasemen konstruktor. Tekanan Sama Terdapat anggapan bahwa Renault lebih fokus atas gelar konstruktor, mengingat Alonso akan membawa gelar itu ke McLaren, tapi pembalap Spanyol itu membantahnya. "Yakinlah itu kejuaraan penting, tapi saya pikir tim dan saya sendiri tahu mana yang lebih penting, dan pertama berusaha memenangi kejuaraan driver," katanya. "Jika kami bisa membantu tim dalam merebut gelar konstruktor, itu akan bagus untuk tahun depan, untuk uang, untuk posisi dan merek, tapi kita akan lihat." Alonso merebut gelarnya di Brazil tahun lalu untuk menjadi juara termuda. Tapi dia menyisakan dua lomba pada 2006, dimana Interlogos merupakan putaran terakhir. Dia mengatakan, tekanan sedikit berbeda. "Ketika Anda berpeluang untuk menjadi juara, Anda selalu merasakan ada tekanan, motivasi dan impian dekat akan terwujud lagi," katanya. "Secara jujur tahun lalu saya mendapat tiga peluang: di sini, Cina dan Jepang. Dan tahun ini hanya lomba terakhir dan Anda tak boleh kehilangan peluang...jadi harus konsentrasi penuh. "Saya pikir tim sudah siap menghadapi perjuangan terakhir ini. Saya siap dan kami datang dalam posisi bagus berkat hasil di Jepang dan berusaha melakukan yang terbaik pada tugas terakhir ini," tambahnya. Schumacher memimpin dalam kejuaraan setelah Grand Prix Cina, tapi di Jepang kesempatan terbuka lagi bagi Alonso setelah pembalap Jerman itu mengalami kerusakan mesin saat memimpin. Pembalap Ferrari itu akan merebut gelar di Suzuka jika dia menang, dan Alonso gagal meraih poin, tapi kini diperlukan keajaiban bagi Schumacher. "Ini akan menjadi istimewa jika dalam lomba Minggu ini saya memenangi dua gelar di Brazil," kata Alonso. "Jika saya gagal merebut kemenangan itu akan merupakan hal yang menyulitkan kami karena akan merupakan kenangan amat buruk...jika Anda kalah dalam kejuaraan pada lomba terakhir dan sulit untuk dilupakan."(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar