PBB, New York (ANTARA News) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 7.000 orang telah didiagnosis terserang virus Ebola di Afrika Barat, kata seorang juru bicara PBB di Markas PBB, Kamis (2/10).

Jumlah kasus Ebola telah mencapai 7.178, dan 3.338 orang dilaporkan meningkan, demikian informasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Guinea, Liberia dan Sierra Leone, kata Juru Bicara PBB Stephan Dujarric kepada wartawan dalam taklimat harian. Ia mengutip statistik yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lapor Xinhua.

"Kecenderungan peningkatan wabah tersebut terus terjadi di Sierra Leone dan sangat mungkin juga di Liberia. Sebaliknya, situasi di Guinea tampaknya lebih stabil," kata Dujarric, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ia menambahkan meskipun harus ditekankan bahwa dalam konteks wabah Ebola, pola penularan yang stabil masih tetap menjadi kekhawatiran sangat besar dan dapat berubah dengan cepat.

Ebola, virus mematikan yang dapat menular dengan cepat melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, telah menyebar cepat ke seluruh Afrika Barat sejak kasus awal dideteksi pada Maret. Ribuan orang jatuh sakit dan meninggal saat wabah itu menyebar dan menyebar kepanikan di kalangan masyarakat lokal.

WHO menyatakan 375 pekerja perawatan kesehatan diketahui telah terserang Ebola --67 di Guinea, 184 di Liberia, 11 di Nigeria, dan 113 di Sierra Leone-- dan 211 di antara mereka telah meninggal akibat virus tersebut.

Pusat bagi Pemantauan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat pada Selasa (30/9) mengumumkan kasus pertama Ebola telah dikonfirmasi di negeri itu.

Pasien Ebola tersebut diidentifikasi sebagai Thomas Eric Duncang, yang pergi dari Liberia ke Dallas, Teksas, untuk mengunjungi kerabat di sana pada September, tapi jatuh sakit pada 24 September. Ia belakangan dikonfirmasi di satu rumah sakit Dallas telah terserang Ebola dan didaftarkan berada dalam kondisi serius tapi stabil.


Penerjemah: Chaidar Abdullah

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014