Ankara (ANTARA News) - Turki belum mencapai kesepakatan baru untuk membolehkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara Incirlik dalam perang melawan kelompok garis keras Negara Islam (IS), dan pembicaraan sedang berlanjut mengenai masalah itu, kata para pejabat Turki Senin.

Turki telah mencapai kesepakatan dengan Washington mengenai pelatihan pemberontak Suriah, kata sumber-sumber dari kantor perdana menteri Turki kepada wartawan, tanpa mengatakan siapa yang akan melatih para pemberontak itu atau di mana, lapor Reuters.

Komentar-komentar ini muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Susan Rice mengatakan Turki telah setuju untuk membiarkan pasukan koalisi pimpinan AS menggunakan pangkalannya untuk kegiatan di dalam Irak dan Syria dan melatih pemberontak moderat Suriah.

"Tidak ada kesepakatan, belum ada keputusan yang diambil dalam hal penggunaan pangkalan udara Incirlik," kata Tanju Bilgic, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, kepada wartawan di PBB di New York.

Dia mengatakan, kemungkinan penggunaan pangkalan udara Incirlik masih "dalam agenda" dan menyarankan bahwa Turki agar setuju untuk mengizinkan fasilitas lainnya yang akan digunakan untuk membantu melatih dan melengkapi pemberontak Suriah.

"Banyak isu yang tertunda dan banyak masalah yang sedang dibahas antara Amerika Serikat dan Turki, ini termasuk pembentukan zona aman dan juga pembentukan zona larangan terbang," katanya.


Penerjemah: Askan Krisna

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014