Kemenparekraf usulkan NTB jadi tuan rumah WITM

Kemenparekraf usulkan NTB jadi tuan rumah WITM

ilustrasi Pawai Seni Budaya Kreatif 2014 Peserta karnaval mengikuti Pawai Seni dan Budaya Kreatif 2014 di kawasan Monas - Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (18/8). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ()

Masukan dari Kemenparekraf ini menjadi motivasi bagi BPPD NTB, dalam menggenjot promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke NTB,"
Mataram (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah "World Islamic Travel Mart" dan "Join International Seminar on Islamic Tourism" 2015.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Taufan Rahmadi, di Mataram, Jumat, mengatakan usulan itu sudah disampaikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ke President "World Islamic Travel Mart" (WITM) Dato Mohamad Khalid Harun.

Menurut dia, NTB merupakan salah satu dari 12 provinsi di Indonesia, yang dinyatakan siap menjadi destinasi wisata syariah oleh Kemenparekraf dan memiliki peluang cukup dominan dikunjungi wisatawan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

"Masukan dari Kemenparekraf ini menjadi motivasi bagi BPPD NTB, dalam menggenjot promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke NTB," katanya.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, kata Taufan, sudah meletakkan dasar Lombok-Sumbawa sebagai destinasi wisata syariah.

Saat ini, kata dia, pihaknya ikut ambil bagian dalam "Exhibition Travel Mart" (ETM), di Balai Kuningan Jakarta yang digelar mulai 25-26 Oktober 2014.

ETM yang dikemas dalam even "Indonesian Travel and Holiday Fair", in dihadiri lebih dari 20 "exhibitor" dan 30 pembeli dari berbagai perusahaan dan agen pariwisata asing.

Keikutsertaan NTB dalam pameran pasar wisata tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi kemajuan pariwisata Lombok-Sumbawa.

Menurut Taufan, pameran yang mengedepankan tema wisata syariah tersebut memberi kesempatan kepada "exhibitor" bertemu langsung dengan 30 pembeli luar negeri dan sekitar 10 ribu calon wisatawan domestik.

"Pembeli asing didominasi dari negara Jepang, Australia, Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Dia menambahkan, ETM tersebut dirangkai dengan seminar sehari tentang peluang dan potensi wisata syariah di Indonesia.

Taufan mengaku dirinya juga ditunjuk sebagai salah satu pembicara bersama dua akademis bidang pariwisata dari Malaysia, yakni Norain Othman dan President Join International Seminar on Islamic (JOSIT) Zulkifli Hasan.

Dia memanfaatkan peluang tersebut untuk memaparkan potensi pariwisata NTB, baik wisata konvensional maupun syariah.

Dari 12 provinsi yang ditunjuk Kemenparekraf sebagai destinasi tujuan wisata Islam, hanya NTB yang sudah siap dengan paket wisata syariahnya karena didukung keberadaan penghafal Alquran, predikat Pulau Seribu Masjid, pondok pesantren dan kota-kota santri yang ada di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa.

"NTB punya banyak peluang, tinggal menata sedikit lagi untuk lebih siap menjadi destinasi wisata syariah," ucap Taufan. (*)

Pewarta: Awaludin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Ancaman krisis ekonomi membuat UKM dan IKM NTB kreatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar