Nyaris semua kanker payudara tidak timbulkan nyeri

Nyaris semua kanker payudara tidak timbulkan nyeri

Seorang pria berjalan dibawah kanopi payung berwarna pink di sebuah jalan tengah Kota Sofia. Instralasi seni yang memajang empat ratus payung tersebut merupakan bagian dari kampanye kepedulian, pencegahan dan perawatan kanker payudara. (REUTERS/Stoyan Nenov)

...tiba-tiba entah benjolan atau ukuran payudaranya membesar...
Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 98 persen kanker payudara tak menimbulkan rasa nyeri kepada penderitanya.

Hal ini salah satunya yang menyebabkan penderita tidak menyadari dirinya menderita kanker dan terlambat melakukan pengobatan. (Baca juga: Kanker payudara penyebab kematian tertinggi wanita)

"Ada atau tidaknya nyeri tidak menjamin...sebab 98 persen penderita kanker payudara tidak mengalami nyeri, tiba-tiba entah benjolan atau ukuran payudaranya membesar," ujar konsultan bedah payudara, dr. Alfiah Amiruddin MD, MS, di Jakarta, Jumat.

Kanker payudara merupakan tipe kanker yang sangat unik. Ada yang tampil dengan benjolan dan ada pula yang tidak sama sekali menampilkan benjolan. (Baca juga: Kurangi risiko kanker payudara dengan olahraga teratur)

Pada tipe yang tidak menampilkan benjolan, lanjut dr. Alfiah, biasanya pada bagian atas kulit yang terkena kanker akan sedikit memerah. Sementara saat diraba pun tak terasa ada benjolan.

Di samping itu, lokasi yang terkena kanker tidak bisa ditentukan apakah di payudara sebelah kanan atau kiri, dekat ketiak atau di bagian lainnya.

"Lokasi terkena kanker tidak bisa ditentukan kanan atau kirinya. Tetapi 45 persen kanker terjadi di dekat ketiak atau bagian upper outer," kata dr. Alfiah.

Namun, kata dia, merupakan hal yang sangat mungkin sel kanker menyebar ke lokasi lain melalui pembuluh darah dan saluran limfa ke berbagai lokasi lain, seperti paru-paru, hati, usus, hingga mata.

"Kanker payudara bisa menyebar melalui pembuluh darah dan saluran limfa...Kanker ini paling sering menyebar ke paru-paru, hati, ada juga beberapa yang menyebar ke usus dan mata," kata dia.

Oleh karena itu, untuk menghindari tingkat keparahan, dr. Alfiah pun menyarankan para perempuan untuk melakukan deteksi dini, terutama saat merasakan ada benjolan di payudaranya. (Baca juga: Lakukan lima hal untuk peduli kanker payudara)

"Kalau ada benjolan segera periksakan ke dokter. Untuk usia di bawah 40 tahun disarankan melakukan pemeriksakan ultrasound dan sebaiknya memeriksakan diri seminggu setelah haid. Sementara untuk usia di atas 40 tahun bisa melakukan pemeriksaan mamografi," ujar dr. Alfiah.

"40--70 persen pasien kanker payudara baru menemui dokter saat sudah berada di stadium lanjut," pungkasnya.


Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Kemenkes : Kanker payudara, jenis kasus kanker terbanyak di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar