Jakarta (ANTARA News) - Persaingan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mendapat pekerjaan semakin ketat karena peningkatan jumlah lulusan tak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian mereka.

Kepala SMK Karya Guna 1 Bekasi Achmad Natsiruddin mengatakan siswa yang mendaftar ke sekolahnya tahun ini bertambah sampai 20 orang sementara permintaan tenaga dari SMK tak meningkat.

"Permintaan pekerja yang diterima sekolah dari perusahaan biasanya seratus orang, sedangkan yang lulus berjumlah 300 orang setiap tahun," kata Natsiruddin di Bekasi, Jumat.

Ia menjelaskan, sebagian alumni sekolahnya bekerja di perusahaan atau berwirausaha atau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Namun menurut data sekolah setiap tahun setidaknya ada 50 alumni yang menganggur.

Sementara Kepala SMK Negeri 27 Jakarta Sri Nuryati mengatakan persaingan lulusan SMK memperoleh pekerjaan meningkat antara lain karena ada perubahan minat perusahaan terhadap sejumlah jurusan.

"Tenaga kerja yang banyak diminta saat ini berasal dari jurusan pariwisata, sehingga kompetensi kemampuan pada jurusan lain mungkin saja berkurang," katanya.

Nuryati mengatakan SMK yang memiliki jaringan luas dan mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar terampil akan tetap bisa bersaing.

"Saat ini tak hanya sekolah yang harus mencari relasi peminat tenaga kerja, para siswa yang akan magang juga harus dipersiapkan agar berlatih dengan sungguh-sungguh di sana, karena kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk direkrut," kata dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik yang dikeluarkan awal November tahun ini, jumlah pengangguran sampai dengan Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang dan 11,24 persen di antaranya merupakan lulusan SMK. 


Pewarta: Agita Tarigan
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014