Suara tembakannya seperti dari senapang otomatis karena bunyinya beruntun. Berulang kali kami mendengar suara tembakan, hanya berhenti sebentar kemudian terdengar lagi suara tembakan beruntun dari arah bukit yang berada di belakang Mako Brimob,"
Batam (ANTARA News) - Markas Komando Brimob Polda Kepri di Tembesi, Kota Batam, sejak Rabu sore hingga malam diberondong tembakan dan suaranya seperti keluar dari senapang otomatis.

"Suara tembakannya seperti dari senapang otomatis karena bunyinya beruntun. Berulang kali kami mendengar suara tembakan, hanya berhenti sebentar kemudian terdengar lagi suara tembakan beruntun dari arah bukit yang berada di belakang Mako Brimob," ujar Joko Sulistyo fotografer Antara yang terjebak di Lapas Batam, Rabu malam.

Joko terpaksa berlindung di Lapas Klas II A Batam yang lokasinya bersebelahan dengan Mako Brimob Polda Kepri, setelah Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB saat berada di halaman Mako Brimob untuk meliput pembicaraan perdamaian yang difasilitasi Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo terhadap Brimob Polda Kepri dengan Yonif 134 Tuah Sakti TNI AD, diberondong tembakan. Ada oknum dari dua instansi keamanan ini terlibat keributan hingga pengrusakan gedung Mako Brimob pada Rabu pagi.

"Lapas bersebelahan dengan Mako Brimob. Lampu di halaman lapas padam sedangkan diruangan lampu seadanya saja dihidupkan. Disini juga mencekam karena banyak suara diluar pagar yang kami dengar berteriak-teriak dan kemudian berondongan suara senapang mesin," katanya.

Sementara itu, salah seorang sipir Lapas Batam, Aji saat dihubungi mengakui kondisi di dalam lapas kondusif walau terdengar suara ribut orang berteriak dan rentetan tembakan disebelah tembok ruang lapas.

"Dinding tembok lapas ini berbatas langsung Mako Brimob," katanya.

Menurut dia, sebanyak 900-an penghuni lapas sejak suara tembakan pertama terdengar sudah diamankan di dalam kamar mereka masing-masing dan saat ini hingga pukul 23.00 Wib penghuni Lapas berada di ruang kamarnya masing-masing.

"Para penghuni dalam keadaan tenang, mereka telah sejak sore digiring masuk kamar," katanya.


Pewarta: Evy R. Syamsir
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014