KA Jayabaya anjlok, tiga kereta terlambat

KA Jayabaya anjlok, tiga kereta terlambat

ilustrasi Perlintasan Kereta Api Pengendara sepeda motor menghentikan kendaraannya ketika sebuah kereta api melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Purwosari Semarang, Jateng. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo) ()

Informasi yang kami dapat, sementara ini ada tiga KA yang tertahan, yakni KA Kaligung dan dua KA barang,"
Semarang (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IV Semarang menyebutkan setidaknya ada tiga kereta api yang tertahan akibat insiden anjloknya KA Jayabaya di daerah Batang, Jawa Tengah.

"Informasi yang kami dapat, sementara ini ada tiga KA yang tertahan, yakni KA Kaligung dan dua KA barang," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto saat dihubungi dari Semarang, Selasa malam.

Ia menjelaskan ketiga KA itu, masing-masing tertahan di tiga stasiun berbeda, yakni satu KA di Stasiun Ujungnegoro, satu KA di Stasiun Batang, dan satu KA lagi tertahan di Stasiun Pekalongan.

Menurut dia, proses evakuasi KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang yang anjlok itu segera dilakukan dengan mengirimkan kereta penolong berkode NR dari Stasiun Poncol Semarang dan mengirimkan "crane".

"Kereta penolong masih dalam perjalanan ke sana. Ini saya ada di KA penolong yang menuju ke lokasi kejadian. Kalau untuk evakuasi penumpang sudah disiapkan KA Kaligung Mas dan siap berangkat," katanya.

KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang anjlok di antara Stasiun Ujungnegoro dan Kuripan, Batang, Jawa Tengah, Selasa, sekitar pukul 18.06 WIB.

Lokasi anjloknya KA bernomor KA 7024 B yang menarik setidaknya 10 gerbong dengan jumlah penumpang 455 orang itu, terjadi di KM 63+700 BH 302 antara Stasiun Ujungnegoro-Stasiun Kuripan.

Berdasarkan informasi sementara, KA itu anjlok pada lima roda as di empat gerbong yang ditarik, yakni K3 01428 (anjlok satu as), K3 01427 (satu mas), K3 01426 (dua as), dan MP3 01401 (satu as).

"Dugaan sementara, anjloknya (KA Jayabaya, red.) karena tanah ambles. Namun, penyebab pastinya nanti. Saya sedang menuju lokasi anjloknya KA Jayabaya," kata Suprapto.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar