Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 1.200 anak akan mengikuti kompetisi sepakbola antar pelajar sekolah dasar (SD) yang digelar di tiga kota Jakarta, Medan, dan Makassar.

"Ada 1.200 siswa dari 32 sekolah yang akan bertanding di tiga kota besar itu. Kami tidak hanya menggelar kompetisi tapi juga mencari bakat," kata Prawitya Soemadijo Manajer Eksekutif Nestle Indonesia selaku penyelenggara kompetisi bertajuk MILO Football Championship di Jakarta, Rabu.

Prawitya menjelaskan bahwa kompetisi sepakbola ini baru pertama kali diselenggarakan dan memilih Medan, Makassar dan Jakarta karena dinilai memiliki peminat sepakbola yang tinggi.

Seleksi atas 1.200 peserta tersebut berdasarkan rekomendasi nama sekolah dari dinas pendidikan dan pengamatan dari tim Nestle, kata Prawita, dengan rincian 400 peserta dari tiap kota tersebut.

Selain itu, Prawitya menjelaskan ajang olahraga dengan sistem setengah turnamen ini akan melibatkan tim pencari bakat, salah satunya adalah mantan pesepakbola Indonesia yang kini menjadi "talent scout' Imran Nahumarury.

"Kami harap bisa membantu pemerintah mencari atlet berprestasi untuk masa depan olahraga Indonesia," kata Prawitya Soemadijo.

Di sisi lain, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto mendukung turnamen untuk mencari bakat dan berharap bisa diselenggarakan di seluruh Provinsi di Indonesia.

Djoko menjelaskan usia SD merupakan saat yang tepat untuk membantuk seseorang menjadi atlet. "Menjadi pemain bagus tidak gampang. Prosesnya kental dengan teori dan membutuhkan 10-15 tahun untuk matang. Maka jika dibentuk sejak SD maka 10 tahun kemudian usianya sudah pas seusai teori itu," kata Djoko yang turut hadir dalam acara itu.

MILO Football Championship akan diselenggarakan di Jakarta pada 7-8 Februari, Medan 21-22 Februari, dan Makassar 28-29 Februari.

Selain bertanding, para peserta juga akan diamati oleh tim pencari bakat dan sejumlah pemain terbaik di masing-masing posisi akan mendapatkan pelatihan khusus selama dua pekan di Jakarta.

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015