counter

Komposisi makanan ideal untuk tumbuh kembang anak

Komposisi makanan ideal untuk tumbuh kembang anak

Anak-anak bermain pada acara "Pengembangan Komunitas Damai & Responsif Bonang - Anyer" di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa(19/5). (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Jakarta (ANTARA News) - Makanan dengan kandungan gizi cukup dan seimbang penting untuk tumbuh kembang anak dan berdampak langsung pada perkembangan otak menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Gizi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Endang D. Lestari SpA(K).

"Berbagai gizi memiliki manfaat langsung untuk perkembangan otak, termasuk proses kognitif dan emosi," katanya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, supaya kebutuhan gizinya terpenuhi anak mesti mendapat makanan dengan kandungan karbohidrat sekitar 50 persen, lemak 30 persen, protein 10-15 persen dan sisanya vitamin dan mineral, untuk sekali makan.

Endang juga menekankan pentingnya lemak untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

"Anak membutuhkan lemak. Karena otak 60 persennya terdiri dari lemak. Jika anak diet lemak, dikhawatirkan otaknya tidak berkembang," kata dia.

Selain nutrisi seimbang (karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin), ia melanjutkan, anak juga membutuhkan nutrisi spesifik seperti Kolin, AA, DHA, Iodium, Zat Besi dan Asam Folat.

"AA, DHA dan Kolin adalah beberapa komponen kunci dalam pembetukan sinaps pada 1.000 hari pertama kehidupan, periode emas untuk proses belajar dan pertumbuhan. Misalnya bisa diperoleh dari daging, ikan laut dan ganggang laut," kata dia.

Ia menjelaskan pula bahwa kekurangan nutrisi dapat berdampak negatif pada perkembangan otak serta mempengaruhi perkembangan fungsi kognitif, motorik dan sosio-emosional anak dalam jangka panjang.

Hal ini tentu berpengaruh juga pada kemampuan belajar anak, konsentrasi dan atensinya, kata dia.

Produk Makanan Anak Berkebutuhan Khusus

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar