counter

Kalteng gelar festival budaya Dayak Borneo

Kalteng gelar festival budaya Dayak Borneo

Suku Dayak memainkan alat musik tradisional. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Palangka Raya (ANTARA News) - Provinsi Kalimantan Tengah pada tangga 1 hingga 6 Juni 2015 akan menggelar festival Budaya Dayak Borneo yang diisi beragam tari-tarian, karnaval dan produk hingga kuliner tradisional suku dayak.

Ketua panitia pelaksana Festival Thoeseng TT Asang di Palangka Raya, Jumat, memastikan pagelarannya akan sangat meriah karena melibatkan 500 orang penari tradisional untuk menampilkan tarian kolosal etnik Dayak.

"Untuk lebih memeriahkan festival ini, kami juga melibatkan seluruh provinsi di Kalimantan dan mengundang Negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darrusalam," tambahnya.

Selain mengadakan berbagai kegiatan budaya, festival Budaya Dayak Borneo ini juga akan diisi seminar budaya/ adat, bisnis dan agraria serta tata ruang yang ada di Provinsi Kalteng.

Thoeseng mengatakan seminar tersebut dilaksanakan selain bagian dari melestarikan kebudayaan suku Dayak, juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.

"Festival ini sengaja dikemas dengan memadukan tradisional dan modern. Itulah kenapa kementerian terkait agraria maupun tata ruang, serta para pengusaha sukses yang ada di Kalimantan dilibatkan sebagai pemateri dalam seminar," katanya.

Wakil Ketua Festival Budaya Dayak Borneo Sikerman M Tulis mengatakan kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari tersebut juga akan dilaksanakan Kongres Nasional I Pemuda Dayak Indonesia kemudian membentuk dan melantik pengurus dewan pimpinan pusat Gerdayak Indonesia.

Dalam kongres nasional tersebut, akan dibahas tentang peran strategis pemuda Dayak dalam membantu percepatan pembangunan di segala bidang, baik itu untuk Pulau Berneo maupun Indonesia.

"Kami ingin festival ini merangkum semua kegiatan yang berkaitan dengan melestarikan budaya. Kami berharap semua pihak ikut mendukung kegitan ini," demikian Sikerman.

Pewarta: Jaya Wirawana Manurung
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menyajikan kembali budaya nenek moyang Dayak

Komentar