Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah dan mitra kunci internasional dalam upaya penanggulangan infeksi virus flu burung (Avian Influenza/AI) meningkatkan alokasi anggaran untuk mengendalikan penyakit mematikan itu pada 2007. Ketua Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan menghadapi Pandemi Influenza Dr. Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Jumat, mengatakan pada 2007 pemerintah menganggarkan dana 61 juta dolar AS untuk pengendalian flu burung, lebih tinggi dari anggaran 2005 yang jumlahnya sebesar 55 juta dolar AS. Mitra kunci internasional yang pada 2006 memberikan bantuan senilai 35 juta dolar AS pada 2006, kata Bayu, juga meningkatkan komitmen bantuannya menjadi senilai 65,5 juta dolar pada 2007. Bantuan dana pengendalian flu burung dari mitra penting yang sebelumnya sebagian besar diberikan melalui perwakilan lembaga internasional yang ada di Tanah Air, katanya, tahun 2007 nanti sekitar 60 persennya akan diberikan langsung kepada pemerintah. "Naiknya anggaran penanganan flu burung ini diharapkan bisa menjadi bahan bakar baru untuk menuntaskan masalah penyebaran virus flu burung H5N1 melalui program penanganan flu burung tahun 2007," kata Bayu. Menurut Bayu, alokasi dana pemerintah dan bantuan mitra kunci akan digunakan untuk mendanai program-program kegiatan pengendalian flu burung yang telah diusulkan dan disusun sebelumnya. Program-program tersebut, kata dia, antara lain meliputi pengendalian AI berpatogenitas tinggi (Highly Pathogenic Aviab Influenza/HPAI) pada unggas (28,177 juta dolar AS), pengendalian infeksi AI pada manusia (12,4 juta dolar AS), dan perlindungan bagi kelompok beresiko (1,2 juta AS). Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan surveilans epidemologi pada unggas (10,538 juta dolar AS), survelans epidemologi pada manusia (3,9 juta dolar AS), kampanye publik (3,1 juta dolar AS), penguatan kapasitas (0,7 juta dolar AS) serta kegiatan penelitian pada hewan (5,175 juta dolar AS) dan manusia (0,35 juta dolar AS), katanya. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pembagian alokasi anggaran untuk pengendalian penyakit pada hewan dan manusia pada 2007 sudah lebih berimbang dibandingkan pada 2006. Menurut Bayu, tahun 2006 anggaran pengendalian pada manusia dan hewan masing-masing sekitar 63,6 persen dan 36,4 persen dari total anggaran sedangkan pada 2007 anggaran untuk kedua kegiatan itu masing-masing 53,1 persen dan 46,9 persen dari total anggaran. "Pembagian anggarannya sudah lebih berimbang. Tapi anggaran untuk pengendalian pada manusia memang masih lebih tinggi karena unit kegiatan untuk itu memang membutuhkan biaya yang cukup besar," jelasnya. Penetapan alokasi anggaran untuk upaya pengendalian infeksi AI pada hewan dan manusia tersebut disesuaikan dengan perkembangan situasi penyebaran virus flu burung pada manusia, tambahnya. "Tahun 2006 pengalokasian anggaran memang difokuskan untuk pengendalian virus pada manusia karena saat itu kita berhadapan dengan banyak kasus `outbreak` pada manusia. Ke depan karena kondisinya berubah orientasi penggunaan anggarannya juga berubah," ujarnya. Peningkatan alokasi anggaran dan pembagian anggaran pengendalian flu burung yang lebih berimbang pada 2007 diharapkan dapat mendukung pencapaian target pengendalian flu burung pada tahun itu, yakni meminimalkan kasus infeksi pada manusia hingga tidak ada lagi kasus positif flu burung dan berusaha menekan terjadinya wabah AI pada unggas. Hingga saat ini jumlah kasus infeksi AI (confirmed case) di seluruh Indonesia sebanyak 74 kasus dimana 57 diantaranya menyebabkan kematian. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2006