counter

Kopi Rakyat edukasi petani raih kopi kualitas terbaik

Kopi Rakyat edukasi petani raih kopi kualitas terbaik

Ilustrasi. Pengunjung melintas di depan berbagai jenis kopi yang dipamerkan pada Festival Kopi Original Sumbar, di Gedung Sapta Mapta Korem, Padang, Sumatera Barat, Rabu (18/3). Festival tersebut menampilkan kopi-kopi arabika terbaik olahan 12 kelompok tani di propinsi itu. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Kopi Rakyat hadir karena disadari menjaga kualitas kopi saja tidak cukup, tetapi juga harus menjaga komunitas yang ada di dalamnya agar kesinambungan dapat terus terlaksana."
Manado (Antara) - Industri "Kopi Rakyat" berkomitmen mengedukasi petani dan keluarganya tentang cara pengolahan biji kopi agar diperoleh kualitas terbaik.

"Selaku merek penyedia biji kopi di Indonesia yang mengusung 'direct trade' turut memikirkan kesejahteraan petani dan keluarganya," kata Pemimpin Kopi Rakyat Yohanis Mangitung di Manado, Senin.

Dia mengatakan Kopi Rakyat yang baru berdiri awal tahun ini memang memiliki konsep yang cukup idealis, tidak hanya bertujuan memberikan harga yang pantas dan konsisten untuk petani, tetapi juga mengedukasi para petani dan keluarganya.

Dengan mengikutsertakan anggota keluarga petani seperti para wanita dalam komunitas cara memilah antara biji kopi yang baik dan buruk, fermentasi, dan pentingnya kebersihan agar kopi tidak terkontaminasi, Kopi Rakyat berharap para petani dapat menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

Apabila kualitas kopi dapat dijaga tentunya para petani Indonesia dapat lebih dihargai di pasar global. Harga yang pantas akan membuat perbedaan nyata dalam kehidupan banyak petani.

"Kopi Rakyat hadir karena disadari menjaga kualitas kopi saja tidak cukup, tetapi juga harus menjaga komunitas yang ada di dalamnya agar kesinambungan dapat terus terlaksana," kata Yohanes.

Permintaan kopi dunia dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Bahkan perwakilan International Coffee Organization (ICO) dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal baru-baru ini mengatakan bahwa akan terjadi peningkatan permintaan kopi hingga 25 persen dalam lima tahun ke depan.

Trend kopi juga terjadi di pasar domestik. Hal ini terlihat dari menjamurnya cafe-cafe di perkotaan dan meningkatnya warung kopi sederhana di daerah. Gaya hidup minum kopi juga bisa dikatakan kian mengakar di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Meningkatnya permintaan kopi sayangnya tidak diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani kopi. Daerah Toraja contohnya, ada banyak petani kopi yang terpaksa berhenti menanam kopi dan mencari sumber penghasilan lain karena permainan harga kopi oleh tengkulak yang cukup mencekik para petani.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar