Seoul (ANTARA News) - Pemerintah Korea Selatan (Korsel), Selasa, memulangkan dua nelayan Korea Utara (Korut), dan mengabaikan permintaan serta ancaman Pyongyang untuk menyerahkan tiga nelayan lain yang memilih tetap tinggal di Korsel.

Kedua nelayan itu berjalan melintasi perbatasan di desa gencatan senjata Panmunjom, kata jurubicara Kementerian Unifikasi Korsel.

Keduanya merupakan bagian dari lima nelayan Korut yang diselamatkan pada 4 Juli oleh petugas penjaga pantai ketika kapal mereka ditemukan terapung-apung di lepas pantai timur.

Menurut Pemerintahan Seoul, tiga nelayan Korut meminta untuk tetap tinggal di Korsel.

Kebijakan Korsel adalah memulangkan semua nelayan Korut kecuali mereka secara khusus meminta untuk tidak dipulangkan.

Korut meminta agar kelimanya dipulangkan, dan mengancam jika Korsel tidak memenuhi permintaan itu mereka akan melakukan tindakan "tegas".

"Tidak ada insiden terjadi," kata jurubicara kementerian itu merujuk pada pemulangan lintas batas pada Selasa itu.

Seoul memulangkan dua nelayan Korut yang diselamatkan di lepas pantai timur pada Februari, dan lima lagi nelayan pada Juni setelah penyelidik memastikan keinginan mereka untuk pulang, demikian laporan AFP.
(Uu.S022)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015