Sentani (ANTARA News) - Sebanyak 13 sanak keluarga korban pesawat Trigana Air ATR 42 PK YRR yang jatuh di Pegunungan Bintang pada Minggu (16/8) siang, tiba di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura dengan menumpangi Twin Otter.

"Beberapa menit lalu, 13 orang keluarga korban dari Oksibil tiba di Sentani," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Jayapura Mayor Sus Juni Kurniawati S.Sos di Base Ops Lanud Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut dia, belasan keluarga korban itu difasilitasi oleh maskapai Trigana Air untuk di bawa ke RS Bhayangkara.

"Infonya, pihak Trigana telah mengirimkan pesawat lagi ke Oksibil untuk mengangkut sejumlah keluarga korban. Mungkin siang ini juga balik ke Jayapura," katanya.

Sementara untuk 54 jenazah korban pesawat naas itu, semuanya telah di evakuasi ke Jayapura dan telah berada di RS Bhayangkara guna dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Papua dibantu Mabes Polri.

Ke-54 jenazah itu tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura secara bertahap, pertama pada Rabu (19/8) sore empat jenazah yang diterbangkan menggunakan peswat ATR milik Trigana.

Pada, Kamis pagi, 15 jenazah tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura dengan menggunakan Pesawat pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan nomor lambung PK RYU dan 10 jenazah dibawa menggunakan hellykopter MI 17 milik TNI AD.

Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIT, 25 jenazah tiba dengan menggunakan pesawat ATR milik Trigana Air.

"Siang ini pukul 13.00 WIT, Kabasarnas Marsekal Madya FH Bambang Sulityo akan gelar jumpa pers terkait hasil hari ini. Mungkin sekalian akan di tutup operasi SAR di Pegunungan Bintang," tambah Mayor Sus Juni Kurniawati.

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2015