counter

Kaum muda jadi pemain penting MEA

Kaum muda jadi pemain penting MEA

Ilustrasi bisnis memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN. (linkedin.com)

... para pemuda yang aktif dalam mencari tahu apa itu MEA dan mempunyai persepsi positif tentang MEA akan memiliki strategi yang baik untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapinya...
Yogyakarta (ANTARA News) - Kaum muda yang memasuki usia produktif akan menjadi pemain penting dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, kata peneliti Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Ruhul Auliya.

"Para pemuda memiliki andil besar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), karena mereka akan banyak berkecimpung di dalamnya, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku pasar lainnya," katanya, di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, para pemuda yang aktif dalam mencari tahu apa itu MEA dan mempunyai persepsi positif tentang MEA akan memiliki strategi yang baik untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapinya.

"Kesiapan untuk menghadapi MEA juga banyak dipengaruhi oleh persepsi para pemuda di suatu negara dalam memandang MEA itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan penduduk suatu negara, khususnya para pemuda dalam menghadapi era MEA," katanya.

Atas dasar itu, dirinya bersama tiga rekan yakni Nanda Syukerti, Alvina Anggarakasih, dan Sultan Arifan, meneliti hubungan antara persepsi pemuda dengan strategi kesiapan dalam menghadapi MEA.

"Kami melakukan penelitian dengan cara menjaring persepsi para pemuda di lima negara ASEAN tentang MEA. Kelima negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura," kata mahasiswa Ilmu Komunikasi UII itu.

Ia mengatakan pemilihan negara itu didasarkan kedekatan geografis dan kondisi perekonomian kelima negara ASEAN tersebut yang tidak terlalu timpang.

"Kami melakukan penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran akurat tentang perspektif pemuda di negara itu tentang MEA. Dari kelima negara tersebut, masing-masing kami ambil sampel para pemuda yang berusia 18-25 tahun untuk diwawancarai," katanya.

Menurut dia, wawancara sering dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial dan surat elektronik karena kendala jarak dan waktu.

"Dari kelima negara, kami menemukan bahwa Thailand merupakan negara yang pemerintahnya paling gencar menginformasikan tentang MEA kepada para penduduknya," katanya.

Informasi tentang MEA, kata dia, ditampilkan secara rutin melalui pamflet dan poster di tempat-tempat umum dan sarana transportasi. Selain itu, MEA juga disampaikan melalui kurikulum pelajaran sekolah.

"Dampaknya, para pemuda Thailand pun memiliki persepsi positif dan pengetahuan yang lebih baik tentang MEA dibanding para pemuda di negara ASEAN lain yang menjadi sampel," katanya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar