Penyerapan APBD Kalteng tertinggi se-Indonesia

Penyerapan APBD Kalteng tertinggi se-Indonesia

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang (FOTO ANTARA)

...Presiden Joko Widodo menyebut lambatnya penyerapan anggaran di pengaruhi adanya ketakutan dari pejabat pengelola anggaran/kegiatan akibat banyaknya pejabat yang terkena kasus korupsi. Tapi, Kalteng di bawah kepemimpinan Teras Narang mampu..."
Palangka Raya (ANTARA News) - Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk semester pertama di tahun 2015 sebesar 56 persen atau tertinggi di Indonesia.

Penyerapan tertinggi itu disampaikan langsung Menteri Dalam Negeri saat rapat koordinasi (rakor) presiden dengan seluruh gubernur se-Indonesia, kata Asisten II Setda Pemprov Kalteng Syahrin Daulay di Palangka Raya, Selasa.

"Pencapaian itu tidak mudah dan langsung diraih begitu saja. Memerlukan kerja keras dan perencanaan yang matang dalam merupakan kunci Kalteng dalam mempercepat penyerapan anggaran," katanya.

Mantan Bappeda Pemprov Kalteng itu menyebut serapan anggaran juga bisa terealisasi dengan cepat dan sesuai jadwal, pelaksanaan lelang baik fisik ataupun nonfisik dilakukan akhir tahun, sehingga pelaksanaannya terlaksana di awal tahun.

Syahrin mencotohkan, Pemprov Kalteng telah menyusun perencanaan untuk tahun 2015 di tahun 2014, dan proses lelang kegiatan dilakukan di akhir tahun 2014, dengan begitu proses penyerapan anggaran dan pembangunan di tahun 2015 sudah berjalan efektif.

"Inilah yang saya maksud kenapa pencapaian penyerapan anggaran Kalteng tertinggi di Indonesia tidak langsung begitu saja di raih. Pemprov Kalteng sudah memulai sejak beberapa tahun yang lalu dan masih dipimpin Gubernur Agustin Teras Narang," katanya.

Asisten II Pemprov Kalteng itu mengatakan untuk peringkat kedua penyerapan anggaran semester pertama 2015 tertinggi diraih Gorontalo dengan serapan 53,8 persen dan Maluku Utara sebesar 53 persen.

Data Mendagri juga menunjukkan bahwa realisasi belanja APBD pada posisi 31 Juli 2015 rata-rata sebesar 36,5 persen dengan rincian APBD provinsi rata-rata sebesar 39,2 persen dan kabupaten/kota rata-rata 24,29 persen.

"Saat rakor tersebut, Presiden Joko Widodo menyebut lambatnya penyerapan anggaran di pengaruhi adanya ketakutan dari pejabat pengelola anggaran/kegiatan akibat banyaknya pejabat yang terkena kasus korupsi. Tapi, Kalteng di bawah kepemimpinan Teras Narang mampu membuat terobosan dan inovasi," demikian Syahrin.

Pewarta: Jaya Wirawana Manurung
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Mendagri ingatkan kepala daerah tak telat belanjakan APBD

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar