counter

Ide hebat tak cukup untuk kembangkan startup

Ide hebat tak cukup untuk kembangkan startup

ilustrasi Sederet booth startup dalam gelaran Echelon 2015 di Jakarta, Selasa (14/4/2015). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia, Shinto Nugroho, yang menjadi salah satu juri pada ajang Seedstars World Jakarta menyanjung ide para founder yang dituangkan dalam startup mereka.

Menurut Shinto ide startup-startup Indonesia tidak kalah dengan startup asal luar negeri. Namun, dia berpendapat bahwa ide hebat saja tidak cukup. "Bukan cuma ide, bagaimana pitching dalam waktu singkat, padat dan meyakinkan untuk disampaikan kepada investor, juga diperlukan," kata dia kepada ANTARA News, di Jakarta, Minggu.

Tidak hanya keahlian presentasi, Shinto menyarankan agar para founder terus mengembangkan ide mereka dengan cara bergabung bersama komunitas untuk bertukar pikiran.

"Berada di daerah terpencil bukan berarti ide mati, tetap bisa mengembangkan ide di daerah itu dengan menemukan komunitas, kalau pun tidak bisa offline bisa online," ujar Shinto.

"Startup itu buah dari ide. Proses brain storming yang direalisasikan untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapi banyak orang," sambung dia.

Sayangnya, menurut Shinto, pertumbuhan startup Indonesia yang berkembang pesat belum diiringi dengan jumlah outlet yang menampung komunitas di mana para founder dapat mewujudkan dan mengembangkan startup mereka.

"Saya pikir pekerjaannya harus terus berputar karena talent banyak. Jangan sampai pada saat mereka mau berkembang tidak ada outlet, akhirnya memilih pekerjaan lainnya atau mencari outlet di negara lain," kata Shinto.

"Yang ada ketika mereka menemukan outlet di negara lain, mereka tetap bisa menjadikan kita pasar, tapi mereka bukan lagi punya Indonesia," tambah dia.

Salah satu outlet yang dapat menampung startup adalah Google Developer Group (GDG) milik Google. GDG merupakan komunitas yang dijalankan oleh individu yang antusias pada pengembangan ide startup.

Selain GDG, Google juga menghadirkan Indonesia Android Academy yang digelar di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta, untuk memfasilitasi para founder dalam mempelajari coding atau dasar-dasar pembuatan aplikasi Android untuk mengetahui programing yang diperlukan dalam merealisasikan start up mereka.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

BPJS Kesehatan kembangkan pelayanan kesehatan berbasis digital

Komentar