Jakarta (ANTARA News) - Telkomsel meluncurkan fitur terbaru T-Cash (mobile money) dengan mengadopsi teknologi Near Field Communication (NFC), layanan yang memungkinkan pengguna dapat dengan mudah melakukan pembayaran transaksi baik tarik tunai maupun belanja.

"Telkomsel terus mengembangan produk yang fokus pada pengembangan fitur. T-Cash yang sudah dapat digunakan di lebih 1.000 merchant, juga dikembangkan untuk layanan lainnya seperti transportasi publik, taksi, parkir dan ke berbagai layanan finansial lainnya," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, di Jakarta, Kamis.

Menurut Ririek, saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 149 juta pelanggan dan 400.000 jaringan distribusi. Hal ini menjadikan Telkomsel sebagai operator seluler yang memiliki potensi besar untuk menjangkau berbagai tingkatan masyarakat di berbagai wilayah.

" Hal ini sekaligus merupakan komitmen Telkomsel dalam mendorong penggunaan produk uang elektronik kepada lebih banyak lagi masyarakat, khususnya di dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencapai tujuan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)," ujar Ririek.

Ia menjelaskan, dengan teknologi terbaru mobile money tersebut juga akan diuji coba ke 2.000 warga miskin di tiga kota oleh Telkomsel bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Sekretaris Eksekutif TNP2K, Bambang Widianto, mengatakan Pemerintah membutuhkan terobosan agar penyaluran bantuan sosial dan subsidi lebih efektif dan efisien, sehingga dapat dapat menjangkau masyarakat penerima manfaat dalam jumlah yang tepat, waktu yang singkat dan biaya distribusi yang minimal.

Pemerintah juga ingin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penerima manfaat program dan subsidi pemerintah.

"Melalui layanan keuangan digital, diharapkan penerima manfaat dapat menerima dana bantuan dan subsidi tanpa perlu antri dan mengeluarkan biaya transportasi yang besar," kata Bambang.

Nantinya, warga miskin yang akan mendapatkan subsidi bantuan tunai harus mendata dirinya terlebih dulu menggunakan kartu identitas asli sebelum bisa mencairkan uang yang disalurkan melalui T-cash.

"Jangan khawatir, 15,5 juta warga miskin yang kami data dan telah menerima bantuan tunai, sekitar 70 persen-80 persen sudah menggunakan ponsel. Itu sebabnya kami pilih T-cash untuk uji coba penyaluran bantuannya agar lebih tepat sasaran," kata Bambang Widianto.

(R017)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015