PBNU gelar pameran lukisan bertema pesantren

PBNU gelar pameran lukisan bertema pesantren

ilustrasi H.M Jusuf Kalla (Kiri) tampak sedang berbincang dengan Pejabat Rais Aam PBNU, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) (Kanan) dalam acara rapat Syuriyah PBNU di Jakarta , Rabu (16/04). (ANTARA FOTO/Syamsul Hadi)

Gus Mus sudah mengirimkan beberapa karya yang menjadi ciri khasnya, dengan estetika yang bertema spiritualitas khas pesantren,"
Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Gallery akan menggelar pameran dan lelang lukisan bertema pesantren di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10), sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.

Lukisan yang dipamerkan di antaranya karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Munawir, D Zawawi Imron, dan Toto MS, kata pengelola NU Gallery, Ubaidillah yang juga penanggung jawab pameran di Jakarta, Senin.

"Gus Mus sudah mengirimkan beberapa karya yang menjadi ciri khasnya, dengan estetika yang bertema spiritualitas khas pesantren," kata Ubaidillah.

Toto MS akan memamerkan karya istimewa bertajuk "Hadratus Syaikh", yang merupakan karya lukisan tentang sosok pendiri NU KH Hasyim Asyari. Sedangkan D Zawawi Imron yang digelari "Celurit Emas" selain memamerkan lukisannya juga akan membaca puisi "Resolusi Jihad".

Selama ini, kata Ubaidillah, lukisan-lukisan bertema pesantren sangat jarang mendapat perhatian. Pesantren hanya dilihat sebagai lembaga pendidikan yang tidak banyak menampilkan narasi estetik maupun keindahan dalam khazanah tradisinya.

"Padahal, pesantren juga memiliki khazanah kesenian yang kaya, di antaranya dalam tembang, syair, dan lukisan," kata Ubaidillah yang juga Staf Menko Polhukam itu.

Pameran dan lelang lukisan itu turut memeriahkan puncak acara dalam rangkaian Kirab Hari Santri Nasional yang dimulai sejak 18 Oktober di Tugu Pahlawan Surabaya sampai garis finish pada 22 Oktober di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Rute kirab ini melalui 18 titik di beberapa kota di pesisir Jawa, dari Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan, Cirebon hingga ke arah Karawang serta berakhir di Jakarta.

Pada rangkaian kirab, rombongan peserta mengunjungi beberapa ulama, di antaranya Kiai Maimun Zubair (Sarang), Kiai Mustofa Bisri (Rembang), dan KH Dimyati Rois (Kendal).

Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) akan dideklarasikan Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Kamis (22/10).

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Satgas COVID-19: pesantren bisa jadi contoh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar