Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa masih diperlukan sosialisasi dan langkah intensif berkaitan dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), karena ternyata banyak warga yang belum benar-benar memahaminya. "Pokoknya, harus dihindari jangan sampai ada penderita DBD meninggal dunia akibat keterlambatan dalam penanganannya. Untuk itu, perlu sosialisasi yang intensif sehingga penanganan terhadap penderita penyakit ini bisa cepat dan tepat," kata Sultan HB X di Yogyakarta, Sabtu. Selain itu, menurut dia, pencegahan dan penanggulangan DBD juga harus cepat dan tepat. "Karena itu, sosialisasinya harus intensif agar masyarakat bisa memahami dengan benar mengenai penyakit ini dan antisipasinya juga cepat dan tepat," katanya. Ia mengatakan, selama ini masyarakat kurang memahami penyakit tersebut, sehingga apabila ada anggota keluarganya yang sakit dengan gejala seperti demam tinggi, sering terlambat memperoleh penanganan, sehingga penderita akhirnya meninggal dunia. "Kurangnya pemahaman menjadikan penanganan terlambat, dan akhirnya jatuh korban, penderita meninggal," katanya. Hal-hal seperti itu tidak perlu terjadi lagi, dan masyarakat diingatkan, agar bertindak cepat dengan membawa penderita ke dokter apabila mengalami gejala, seperti demam tinggi dan sesak nafas, demikian Sultan HB X.

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007