Tangerang, Banten (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau pencanangan gerakan pemberdayaan petani melalui kegiatan tanam serempak di Desa Rawakidang, Tangerang, Provinsi Banten.

"Ini mulai musim hujan, mari saudaraku petani kita mulai tanam bersama," kata Amran Sulaiman dalam kegiatan seremonial tanam serempak di Tangerang, Senin.

Amran turut ikut memulai kegiatan tanam serempak dengan turun ke sawah sebagai tanda dimulainya program tanam serempak.

Ia menggunakan alat transplanter memberi contoh simbolik cara menanam padi. Tanpa alas kaki dan penuh lumpur ia berjalan di tengah sawah bolak-balik setengah petak sembari diiringi pukulan kentongan oleh para petani sekitar.

Hal tersebut menandai dimulainya musim panen padi di Indonesia. "Musim El Nino mudah-mudahan segera berakhir, dan di beberapa daerah sudah musim hujan, jadi tidak ada kendala berarti lagi," ucapnya.

Gerakan penyuluhan ini tidak hanya berlangsung di Banten, namun di seluruh daerah di Indonesia.

Ia menyebutkan sebanyak 500 kabupaten di 34 provinsi Indonesia sudah memulai pencanangan tanam serempak, agar produksi padi bisa ditanam secara serempak pula.

"Jika tanam pada bulan ini (Desember) paling tidak nantinya akan bisa dimulai panen pada bulan Februari atau Maret 2016 nanti," ujarnya. Amran juga menargetkan produksi padi meningkat dari sebelumnya, karena sudah dibagikan perlengkapan transplanter.

Lebih lanjut ia mengatakan, biasanya masa olah tanam memakan waktu tiga bulan, namun dengan adanya perlengkapan yang mendukung bisa hanya sampai satu bulan.

Alat transplanter membantu percepatan proses penanaman,satu hektar biasanya digarap 25 orang, namun dengan transplanter bisa digarap satu orang saja dalam satu hari.

"Sudah kami bagikan sebanyak 80.000 alat, dengan harapan pihak swasta dan yang lainnya juga mengikuti, agar semua produksi bisa jalan bersama," tutur Amran.

Amran menargetkan pada bulan Desember sudah tertanam padi sebanyak 3 juta hektare di seluruh Indonesia.

Pewarta: Afut Syafril
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015