counter

Gedung Kesenian Cikutra Bandung didesain Zaha Hadid

Bandung (ANTARA News) - Gedung Kesenian Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan dibangun di daerah Cikutra, Kota Bandung, akan menggunakan rancangan atau design arsitektur kelas internasional asal Inggris, Zaha Hadid.

"Kesediaan Zaha Hadid ini ternyata sudah diusahakan oleh Kang Ridwan Kamil sejak lama. Dan hari ini timnya (Zaha Hadid) khusus datang untuk membahas desain Gedung Kesenian Cikutra," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, usai melakukan pertemuan dengan pihak Zaha Hadid di Bandung Command Center (BCC) Balai Kota Bandung, Jumat.

Ia mengatakan pemilihan Zaha Hadid sebagai arsitektur Gedung Kesenian Jawa Barat karena sebuah gedung kesenian yang digunakan setahun dua tahun tapi harus monumental dan sepanjang masa, sehingga orang tahu bangunan monumentalnya.

Desain bangunan gedung kesenian nanti pun akan terinspirasi dan disesuaikan dengan kekhasan yang dimiliki Jawa Barat dan Wagub mengungkapkan bangunan tersebut bisa memiliki unsur seperti batik Mega Mendung khas Cirebon atau hal lainnya.

Namun, untuk pembiayaan design sendiri pihak Pemprov tidak menggunakan anggaran dari APBD karena Wagub mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak ketiga atau investor kemudian hasil dari desain tersebut akan dihibahkan kepada Pemprov Jawa Barat.

"Kalau untuk (anggaran) design dan segala macam ini ada pihak ketiga yang akan jadi partner kita dalam membangun (gedung kesenian) ini. Jadi tidak semuanya dari APBD," kata dia.

Sementara itu Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil menyambut baik pemilihan Zaha Hadid sebagai arsitektur Gedung Kesenian Cikutra tersebut.

"Pemerintah Jawa Barat ini tidak membayar arsiteknya. Mau mahal atau murah kita tidak akan ikutan. Tapi desain Zaha Hadid itu dibayarnya oleh pihak investor lalu dihibahkan hasil desain yang keren ke Pemprov. Investor ini akan dilelangkan karena ini proyek invest asi," kata dia.

Gedung Kesenian Cikutra akan dibangun di atas lahan seluas 4 hektare, 2 hektare di antaranya akan digunakan untuk gedung kesenian dan 2 hektare lainnya untuk area komersial seperti mall, hotel, dan lainnya.

Suasana gedung MK saat kedatangan tim hukum BPN

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar