Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Republik Iran dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat bekerjasama dalam meredakan konflik di sejumlah negara Timur Tengah, khususnya konflik antara Syiah-Sunni. "Kita sama-sama bertekad untuk memperkecil jurang pemisah antara Sunni dan Syiah dalam semangat ukhuwwah Islamiah," kata Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa. Menurut Hasyim, kesepakatan kerjasama itu merupakan buah pertemuannya dengan Ketua Mahkamah Agung Iran Syeikh Ayatulah Syahroudi di Teheran, Iran, Sabtu lalu. Ayatullah Syahroudi merupakan sosok yang sangat disegani karena kedudukannya yang langsung berada di bawah Ayatullah Ali Khamenei. Hasyim Muzadi sengaja datang ke negara berpenduduk Syiah terbesar di dunia itu dalam rangka mencari solusi konflik di Timur Tengah. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam, kata Hasyim, ia meminta kesediaan Iran untuk menggunakan pengaruhnya yang kuat untuk meredakan kekerasan di Irak yang terus memanas tersebut. "Ayatullah Syahroudi menanggapi positif," kata Hasyim yang juga Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu. Untuk menindaklanjuti kesepakatan kerjasama itu, lanjut Hasyim, Ayatullah Syahroudi merencanakan kunjungan ke Indonesia pada 8 Maret mendatang. Syahroudi akan melakukan pertemuan dengan para ulama dan tokoh NU untuk menyerap ide dan gagasan NU terkait konflik Timur Tengah. Upaya tersebut diyakini akan sangat menjembatani bagi penyelesaian konflik antar sektarian di kalangan Islam. Setelah bertemu Ayatullah Syahroudi, Hasyim melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Pendekatan Mazhab (Taqribu Mazahib) yang juga penasehat Presiden Iran Ayatullah Ali Attasykhiri dan Ketua Parlemen Iran Gholam Ali Haddad Adel. Pertemukan Tokoh Lebih lanjut, Hasyim menyatakan, kunjungannya ke Iran tersebut merupakan upaya untuk mempertemukan tokoh-tokoh Islam dunia dalam konferensi ulama-ulama besar terbatas Timur Tengah dan Asia Tenggara di Jakarta dalam waktu dekat. Para tokoh tertinggi Syiah dan Sunni, terutama yang berasal dari Irak dipastikan akan hadir dalam konferensi tersebut. Menurut Hasyim, konferensi itu sangat strategis untuk mengetahui siapa sesungguhnya yang bermain di Irak sehingga kekerasan demi kekerasan terus terjadi. "Jadi, nanti akan dapat diketahui siapa yang bermain setelah `sarung tangan` pengacau diambil," katanya. Sebelum ke Iran, Hasyim mengadakan pertemuan dengan Ketua Rabithah Alam Islamy Syeikh Abdurrahman Al Ilfani di Konsulat Jenderal RI Jeddah membicarakan konflik Palestina, Lebanon dan Irak. Syeikh Abdurrahman Al Ilfani menyatakan kesediaannya untuk datang ke konferensi ulama-ulama yang akan digelar pemerintah Indonesia atas inisiatif PBNU.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007