Washington (ANTARA News) - Seorang pria asal Ohio, mengaku bersalah di pengadilan AS, Rabu waktu setempat, karena menyediakan bantuan meterial untuk ISIS dan memiliki senapan.

Amir Said Rahman Al-Ghazi, nama pria berusia 39, yang mengubah nama sejak masuk Islam tahun lalu dari Robert McCollum, berulang kali memposting di media sosial pada 2014 dan 2015, mengenai sumpah setianya kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi dan mendesak pihak lain untuk bergabung bersama ISIS.

Al-Ghazi diadili di Pengadilan Distrik Utara Ohio, di Cleveland. Dia akan menunggu vonisnya dibacakan pada 23 Juni.

Al-Ghazi ditangkap dan didakwa Juni tahun lalu setelah membeli senapan AK-47 dari seorang petugas FBI yang sedang menyamar. Penggeledahan lebih lanjut ke rumahnya kemudian ditemukan sebuah pistol, sebilah pedang, dan sebuah bendera ISIS.

Pihak berwajib lalu mulai menjejak Al-Ghazi setelah postingnya di media sosial, seperti "Bergabunglah dengan ISIS jika tidak terwakili khilafah di mana pun Anda, dari Amerika sampai Australia."

Informan-informan FBI kemudian ditempatkan sebagai berpura-pura simpatisan ISIS untuk menjejak Al-Ghazi secara online antara Juli 2014 dan Juni 2015.

Dalam perbincangan dengan seorang informan FBI pada 2015, Al-Ghazi mengutarakan niatnya membunuh non mulslim dan membuat video propaganda untuk ISIS, dengan menayangkan anggota ISIS merampas truk lalu menabrakannya ke saluran pipa minyak dan menyerang polisi. Al-Ghazi juga didapati berkaitan dengan narkoba.

Al-Ghazi adalah salah seorang dari lebih dari 80 individu dari AS yang didakwa ada kaitannya dengan ISIS sejak 2013.

Jumat pekan lalu seorang pria Mississippi mengaku bersama di pengadilan karena berusaha bergabung dengan ISIS bersama istrinya musim panas lalu, demikian Reuters.


Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2016