Jakarta (ANTARA News) - Lalu lintas kendaraan pada libur panjang akhir pekan ini diperkirakan tidak akan separah kemacetan pada libur Natal 2015.

"Prediksi saya tidak akan tinggi seperti natal kemarin karena libur panjang kali ini bukan satu-satunya pilihan, ada beberapa libur panjang. Selain itu, saat ini bukan puncak ritme pekerjaan para pekerja," kata pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instrans) Izzul Waro saat dihubungi ANTARA News, Rabu.

Menurut Izzul, lonjakandi luar prediksi pada libur Natal 2015 karena terjadi pada akhir tahun. Saat itu, lanjutnya, puncak beban kerja para karyawan atau staf.

Faktor lain yang menambah banyaknya orang bepergian ketika itu adalah bonus akhir tahun yang membuat orang pergi berlibur.

"Mendapat bonus akhir tahun atau insentif lainnya membuat mereka ingin tuntaskan setelah beban kerja cukup tinggi," ujarnya.

Sedangkan pada libur paskah 2016, lanjut Izzul, sejumlah perusahaan baru memulai proyek.

"Dugaan saya di awal tahun ini tidak sama, beberapa perusahaan baru mulai proyek sehngga beban kerja tidak terlalu tinggi. Keinginan untuk liburan pun tidak setinggi saat akhir tahun," kata Izzul.

Lebih lanjut, Izzul mengatakan antisipasi tetap harus dilakukan oleh pihak terkait seperti pengelola jalan tol PT Jasa Marga Tbk dan aparat kepolisian serta instansi terkait yakni dinas perhubungan.

"Ada waktu kritis pada Kamis sore hingga malam, harus dilihat kondisi di lapangan apakah cukup tinggi atau sedang. Waktu krisis digunakan untuk menyiapkan serangkaian kebijakan insidental di lapangan," jelas Izzul.

Sementara itu, pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) mengatakan tanda-tanda akan terjadi lonjakan perjalanan liburan sudah tampak dan otomatis akan terjadi lonjakan penggunaan kendaraan bermotor.

"Soalnya tiket transportasi angkutan umum sudah mulai habis. Sehingga perlu ada antisipasi, setidaknya agar tidak kejadian lagi macet terkunci seperti liburan beberapa waktu lalu," katanya.


Pewarta: Monalisa
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016