Kasus Yuyun tunjukkan bangsa Indonesia darurat moral

Kasus Yuyun tunjukkan bangsa Indonesia darurat moral

Polisi menangkap seorang tersangka kasus pembunuhan, Roy Mando Sah Siregar (20), saat gelar kasus di Mapolresta Medan, Sumatera Utara, Selasa (3/5/2016). Selain kasus Yuyun, penangkapan tersangka yang adalah mahasiswa di Fakultas FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara itu juga terjadi. Dia diduga membunuh dosennya lantaran sakit hati karena sering dimarahi dan akibat perbuatannya tersangka dijerat hukuman penjara 15 tahun dan diancam hukuman mati. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menyebut kasus Yuyun, siswi SMP Kecamatan Padang Ulak Tandik, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu dan pembunuhan dosen UMSU sebagai tanda Bangsa Indonesia mengalami darurat moral. 

Suatu bangsa, lanjut dia, diukur dari moralnya, kalau moralnya sudah habis maka hilanglah bangsa itu. Hal ini dia sampaikan saat bertemu sejumlah mahasiwa Muhammdiyah, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu. 

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan, mahasiswa termasuk mahasiswa Muhammadiyah, harus mampu menyelamatkan kampus dari segala kejadian yang darurat.

Dia juga mengingatkan kepada para mahasiswa agar dalam era globalisasi ini harus mampu berkompetisi dalam dunia yang semakin luas. 

"Ketidakmampuan bersaing harus diatasi. Kalau tidak diatasi akan membuat kita tertinggal," kata Nur Wahid.

Selain itu, Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga berharap agar para mahasiswa menyelamatkan demokrasi dari para pembajak demokrasi, kaum pemodal, yang menguasai media, usaha, dan lain sebagainya. 

"Kalau mereka menguasai berbagai bidang maka keberadaan kaum pemodal akan mengancam demokrasi. Ketika demokrasi dikuasai pemodal maka demokrasi akan kacau," kata dia.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Wapres: Airlangga dan Bamsoet harus bersatu

Komentar