BPBD Padang Panjang: terima laporan kerusakan akibat gempa

BPBD Padang Panjang: terima laporan kerusakan akibat gempa

Warga mengungsi setelah terjadinya gempa di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 2 Maret 2016. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/16)

Padang Panjang (ANTARA News) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat belum menerima laporan kerusakan bangunan dari masyarakat akibat bencanan alam gempa yang terjadi pagi tadi.

"Kami belum ada menerima laporan kerusakan rumah dan bangunan lainnya dari masyarakat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Padang Panjang Erizal di Padang Panjang, Kamis.

Ia mengatakan, selain laporan dari masyarakat, pihaknya juga melakukan pendataan kerusakan bangunan akibat gempa kepada masyarakat.

"Kami sudah melakukan patroli sembari melakukan pendataan kepada masyarakat, namun tidak ada ditemukan kerusakan bangunan akibat gempa," ujarnya.

Ia berharap masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan terjadi bencana alam di Padang Panjang.

"Hadapi permasalahan dengan tenang dan jangan panik ketika terjadi gempa," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Padang Panjang mencatat telah terjadi gempa, Kamis (2/6) sekitar pukul 05:56:01 WIB dengan kekuatan 6,5 SR berada pada posisi 2.29 Lintang Selatan (LS), 100.46 bujur Timur (BT) berkedalaman 72 km sekitar 79 km Barat Daya Pesisir Selatan, Sumbar dan tidak berpotensi tsunami.

Akibatnya, warga Padang Panjang berhamburan ke luar rumah, karena merasakan getaran gempa yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut.

"Goncangan gempa terasa sekali di Padang Panjang," kata Rina salah seorang warga Kelurahan Balai-Balai yang ikut menyelamatkan diri keluar rumah.

"Baru ada getaran kami langsung menyelamatkan diri," kata dia sambil menggendong putranya.

Warga lainnya juga mengatakan hal yang sama, getaran gempa yang terjadi menjelang pagi itu membuat warga Padang Panjang khawatir.

"Padang Panjang merupakan rawan gempa yang pernah menjadi pusat gempa beberapa kali pada 2007. Dengan adanya getaran gempa pagi ini, kami menjadi cemas kalau kondisi itu kembali terjadi," kata Roni.

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Selain gempa dan tsunami, Sumbar rentan likuefaksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar