Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menargetkan penyebaran industri di luar Pulau Jawa mencapai 40 persen pada 2035, di mana angkanya saat ini sebesar 27,22 persen.

"Kalau bisa lebih dari 40 persen. Pemerintah akan bekerja keras untuk mendorong upaya pembangunan kawasan-kawasan industri baru terutama di luar Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan industri," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Karawang, Kamis.

Pemerintah saat ini telah menetapkan 14 kawasan industri prioritas yang dibangun di Luar Jawa dengan perincian tujuh kawasan industri dibangun di wilayah Timur dan sisanya di wilayah Barat. 

Pembangunan kawasan industri baru tersebut diarahkan untuk bisa tumbuh menjadi kota-kota industri baru yang mandiri dan modern.

Menurut Saleh, pembangunan kawasan industri tersebut akan membawa dampak yang sangat luas bagi perekonomian masyarakat setempat, yang akan berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri yang akan berkembang juga bisa berdasarkan potensi masyarakat sekitar. Jadi, ini dampaknya sangat baik. Tapi, yang terpenting adalah kita harus memberi kemudahan agar investornya mau masuk," ujar Saleh.

Pemerintah dalam hal ini, lanjutnya, akan membangun sarana dan prasarana seperti jalan dan akses transportasi lainnya untuk mempermudah akses operasional industri yang akan beroperasi di dalamnya.

Menurut Saleh, Kawasan Industri Morowali Tsingshan merupakan salah satu percontohan kawasan industri di luar Pulau Jawa, karena terintegrasi.

Menperin mengapresiasi PT Indonesia Morowali Industrial Park serta group yang telah membangun dan mengembangkan kawasan industri berbasis nikel di lokasi terpencil dan minim infrastruktur tersebut.


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016