Boyolali (ANTARA News) - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Boyolali, Jawa Tengah telah mengecek 17 unit Closed-circuit television (CCTV) di 11 titik untuk mengantisipasi kemacetan di jalur mudik.

"17 unit alat CCTV yang dipasang di 11 titik rawan kemacetan di jalur mudik Semarang-Solo di Boyolali telah dicek dan berfungsi baik dapat memantau kondisi jalan melalui web www.satlantas-polresboyolali.com," kata Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah , di Boyolali, Senin.

Menurut Yuna Ahadiyah, satu dari 17 unit CCTV yang mengalami kerusakan yakni di simpang empat Tugu Jam kota Boyolali, tetapi kini sudah difungsikan kembali.

Menurut Yuna, alat CCTV mengalami kerusakan karena sudah lama tidak digunakan, sehingga kamera kurang perawatan.

Yuna mengatakan, selain di Tugu Jam, CCTV juga dipasang di jalan tanjakan Kebon Ampel, depan Pasar Ampel, perempatan terminal Boyolali, di depan kantor Pemkab Boyolali, sedangkan bagian timur di perempatan Tegalwire Mojosongo, depan Mapolres, di pertigaan Wika Mojosongo, Randusari Teras, di Ngangkruk, dan pertigaan Bangak Banyudono.

Alat CCTV yang terpasang di 11 titik tersebut dapat termonitor di Boyolali Traffic Management Center (BTMC) di Mako Satlantas Boyolali.

"Alat CCTV ini, dapat memonitor kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran lalu lintas di jalan," kata Yuna.

Menurut dia, petugas melalui BTMC tersebut dapat melakukan pemantauan kondisi lalu lintas terkini, sehingga jika terjadi baik kecelakaan maupun kemacetan di jalan dapat ditangani dengan cepat dengan penguraian arus.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan perangkat untuk sosialisasi kepada pengguna jalan.

"Kami juga sudah memasang berbagai spanduk imbauan di jalur-jalur rawan kemacetan agar pemudik selalu tetap waspada dalam mengemudikan kendaraannya," katanya.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016