Rio De Janeiro, Brazil (ANTARA News) - Satu hari setelah gagal meraih emas dengan beda tipis di Olimpiade Rio 2016 di cabang renang nomor 400 meter perorangan, perenang asal AS Chase Kalisz telah menargetkan untuk tampil sebagai yang tercepat di Olimpiade empat tahun berikutnya di Olimpiade Tokyo 2020.

"Tujuan saya sudah pasti tampil di Tokyo dan saya lebih bersemangat dari kapan pun setelah pertandingan lalu," kata atlet kelahiran Baltimore berusia 22 tahun itu, setelah kalah dari atlet Jepang, Kosuke Hagino dan harus puas dengan medali perak.

"Saya akan mencoba untuk mempersiapkan diri saya dalam empat tahun ke depan untuk kembali bertanding memperebutkan medali emas lagi," tambahnya.

Kalisz mengambil cuti akademik dari perguruan tingginya selama satu tahun untuk bersiap menghadapi Olimpiade Rio, pindah ke Arizona untuk berlatih di bawah bimbingan Bob Bowman, yang juga menjadi pelatih atlet renang lain, Michael Phelps.

"Hal terbesar yang saya alami adah ketika saya seperti diasingkan, tidak mendapatkan interaksi luar lainnya selain berenang. Jadi makan, tidur, berenang dan hanya itu yang saya lakukan. Saya telah melakukan segalanya yang dapat saya lakukan selama satu tahun," kata Kalisz.

Kalisz pernah mengalami sebuah sindrom Guillain Barre, yang membuatnya lumpuh selama enam bulan, sebelum menjadi atlet elit, sebuah kejadian yang terjadi dalam keluarganya dimana kakak perempuannya bertanding di tingkat perguruan tinggi dan dua adiknya bertanding dalam uji Olimpiade Amerika Serikat.

Dia mengatakan bahwa medali perak yang diraihnya akan memberikan inspirasi bagi mereka untuk mengerahkan kemampuan yang sama.

"Untuk kedua adik saya, saya berpikir bahwa mereka dapat melihat ini dan berharap ini akan memberikan motivasi bagi mereka untuk dapat memberikan yang terbaik," ujarnya dilansir Reuters.

(Uu.Ian/KR-MBR)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016