Kudus (ANTARA News) - Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI Richard Mainaky berharap agar anak didiknya Liliyana Natsir tidak terburu-buru untuk pensiun.

Richard berhasil membawa Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir ke puncak podium Olimpiade Rio 2016.

"Harapannya Butet (panggilan Liliyana) jangan pensiun dulu karena mereka masih jadi tumpuan," kata Richard kepada ANTARA News, Kamis (1/9).

Menurut Richard, Tontowi dan Liliyana sebagai ganda campuran nomor satu Indonesia masih diperlukan untuk turnamen Piala Sudirman.

Liliyana juga berpeluang mendapat medali emas di Asian Games, gelar yang belum berhasil diraih pemain asal Manado itu dari sekian gelar juara bergengsi yang telah ia peroleh.

"Kalau berlanjut terus akan baik untuk Owi dan Butet, jadi ujung tombak main di Sudirman Cup dan jelas berpeluang besar juara di Asian Games," ujar kakak dari Rexy Mainaky itu.

Setelah Olimpiade, kabar Liliyana yang ingin pensiun dari dunia bulu tangkis sedang ramai dibicarakan, apalagi kontrak Liliyana dan Tontowi dengan sponsornya, Victor akan berakhir pada Januari 2017.

Namun, Richard mengaku Liliyana belum mengatakan langsung rencananya untuk pensiun.

Kemenangan pemain berusia 30 tahun itu di Olimpiade memang sudah hampir melengkapi semua gelar juara yang telah diraih Liliyana seperti Juara Dunia, All England, dan deretan gelar juara lainnya.

"Secara pribadi dia belum ngomong sama saya, mungkin karena takut tidak diizinkan," ujar Richard.

Sementara pasangan Liliyana, Tontowi atau akrab disapa Owi mengaku siap untuk dipasangkan dengan siapapun jika Liliyana benar-benar memutuskan pensiun.

"Apapun nanti saya serahkan semua ke pelatih, mau sama Butet atau ganti partner. Saya pribadi semangat berlatih dan siap dipasangkan dengan siapa saja dan masih ingin terus berprestasi," tutur Tontowi.

Adapun Liliyana tidak menjawab secara gamblang saat ditanya soal rencana pensiunnya.

"Saya masih mau menikmati liburan dulu. Kalau gelar Asian Games pastinya masih penasaran tapi saya tetap harus perhitungkan, karena kalau bertanding pun saya maunya dapat medali emas," kata Liliyana.

Pada Asian Games 2014 di Incheon Korea Selatan, Tontowi/Liliyana memperoleh medali perak setelah dikalahkan pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Pewarta: Monalisa
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2016