counter

Menlu Retno ajak delegasi IORA senam poco-poco

Menlu Retno ajak delegasi IORA senam poco-poco

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak delegasi Indian Ocean Rim Association (IORA) senam poco-poco di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, sebelum seremoni pembukaan pertemuan ke-16 tersebut.

Sebelum bersenam poco-poco, para delegasi juga melakukan "fun walk" dengan berjalan kaki sekitar pukul 06.00 Wita, Kamis, dari kawasan Bali International Convention Center (BICC) menuju Bali Nusa Dua Theater-Bali Collection dan berakhir di Pulau Peninsula.

Sejumlah menteri dan ketua delegasi dari 21 negara di kawasan Samudera Hindia antusias dengan mengenakan seragam kaos berwarna biru, mengikuti senam khas Indonesia itu yang dimulai sekitar pukul 06.30 Wita.

Para delegasi nampak "sumringah" mengikuti olahraga dengan gerakan ringan namun atraktif tersebut dengan dipandu dua orang instruktur.

Ikut serta dalam senam poco-poco itu di antaranya Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Mangala Samaraweera dan Sekretaris Jenderal IORA K.V Bhagirath.

Selama sekitar 15 menit, para kepala delegasi IORA tersebut mengikuti senam poco-poco sebelum diakhiri dengan foto bersama.

Pertemuan IORA tahun ini akan dihadiri lebih dari 250 delegasi dari 21 negara termasuk 11 menteri yang telah mengkonfirmasi kehadirannya hingga 21 Oktober 2016.

Pertemuan ini juga akan diikuti oleh tujuh negara mitra wicara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Prancis dan RRT.

Indian Ocean Rim Association (IORA) merupakan forum kerja sama lingkar Samudra Hindia yang fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi dan maritim.

Negara anggota IORA yakni Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Uni Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Comoros, dan Yaman.

Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Menlu: masyarakat harus diedukasi ilmu diplomasi

Komentar