Brussels (ANTARA News) - Uni Eropa pada Senin (14/11) memasukkan 17 menteri Suriah plus gubernur bank sentralnya ke dalam daftar hitam penerima sanksi yang menyasar rezim Presiden Bashar al-Assad terkait serangan-serangan terhadap warga sipil di Suriah.

Para pejabat Suriah itu menghadapi larangan perjalanan dan pembekuan aset karena "bertanggung jawab dalam penindasan terhadap penduduk sipil di Suriah, mendapat keuntungan dari atau mendukung rezim, dan/atau memiliki hubungan dengan orang semacam itu" menurut pernyataan UE.

Para pemimpin Uni Eropa dalam pertemuan tingkat tinggi Oktober sepakat meningkatkan sanksi terhadap rezim Assad, mengutip serangan-serangan menghancurkan di kota Aleppo, Suriah, dan menambahkan 10 pejabat tinggi militer dan pemerintah ke dalam daftar sanksi.

Keputusan tersebut membuat jumlah individu di Suriah yang kena sanksi larangan bepergian atau pembekuan aset menjadi 230 orang menurut pernyataan Uni Eropa.

Sebanyak 69 entitas lain terkena pembekuan aset sementara Uni Eropa juga mengenakan sanksi terhadap Suriah secara keseluruhan, termasuk embargo senjata dan minyak plus pembatasan investasi menurut warta kantor berita AFP.(mu) 

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016