counter

Polri: pertemuan Kapolri dengan netizen tidak bahas politik

Polri: pertemuan Kapolri dengan netizen tidak bahas politik

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan sejumlah netizen pada Rabu (23/11) lalu tidak ada kaitannya dengan masalah politik.

"Kami ingin klarifikasi, pertemuan dengan netizen itu merupakan audiensi dengan kalangan netizen, khususnya para penggiat di media sosial yang ingin membentuk lembaga masyarakat anti hoax," kata Boy di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan, pertemuan dengan para netizen itu digelar di ruang rapat Mabes Polri lantai satu, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (23/11) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Boy juga mengaku hadir dalam pertemuan tersebut untuk mendampingi Kapolri.

"Pak Kapolri menyambut baik audiensi tersebut. Beliau ingin meningkatkan daya tahan masyarakat dari informasi yang negatif, termasuk hoax. Jadi, tidak ada agenda politik yang dibicarakan dalam pertemuan itu," ujar Boy.

Dalam pertemuan tersebut, dia menuturkan, sempat ada sesi foto bersama antara Kapolri dengan sejumlah netizen itu. Namun setelah foto itu diunggah, muncul kabar bahwa Kapolri berfoto bersama salah satu pendukung Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tidak ada pembicaraan politik atau dukung mendukung pasangan calon. Sama sekali tidak ada. Itu tidak mungkin dilakukan, karena pertemuan tersebut dilakukan untuk kepentingan publik," tutur Boy.

Sementara itu, salah satu netizen sekaligus anggota komunitas Masyarakat Anti Hoax bernama Judith Lubis yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memberikan keterangan melalui akun facebooknya.

"Saya Judith Lubis mewakili teman-teman komunitas, memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata foto bersama netizen justru ditafsirkan lain oleh beberapa pihak, meskipun saya dan hadirin baersaksi tidak ada bahasan politik di forum tersebut. Karena topik utama adalah bahasan bagaimana membersihkan fitnah dan hoax di medsos. Jika ada foto dari netizen yang dianggap kurang pantas, kami sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya pada Kapolri dan jajaran. Maafkan kekhilafan kami.

Saya sangat bersedih ketika Kapolri dinilai berpihak, oleh orang yang tidak hadir dalam pertemuan itu. Sedangkan bahasan dari Kapolri dan jajarannya sangat netral, semua bahasan berlandaskan bahasa hukum yang disampaikan secara runut dan jelas untuk panduan kami memerangi berita hoax.

Semoga tidak menyurutkan langkah kita untuk saling bersinergi memberantas hasut dan hoax."

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar