Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menetapkan 30 titik integrasi angkutan umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Mengintegrasikan angkutan umum itu tidak gampang, bukan cuma posisi stasiun, tetapi bagaimana masyarakat bisa menggunakan sau tiket untuk berbagai moda," kata Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga di Jakarta, Kamis.

Ia menyebut Dukuh Atas, Halim dan Kampung Rambutan sebagai contoh titik integrasi angkutan umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Elly menjelaskan nantinya Dukuh Atas akan menjadi tempat pertemuan moda bus dan kereta, yakni bus Transjakarta, kereta rel listrik (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan kereta bandara.

Halim akan menjadi titik pertemuan antara LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, sementara Kampung Rambutan merupakan tempat pertemuan bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dengan LRT.

Elly menekankan pentingnya integrasi angkutan umum perkotaan, mengatakan: "Di 2019, kota bisa menjadi malapetaka atau menjadi kota yang wah, kalau enggak terintegrasi, pakai banyak tiket, mau naik angkutan lain harus masuk kolong jembatan, itu kalau kita kita salah mengaturnya."

Ia menambahkan bahwa selanjutnya akan digunakan sistem pembayaran dengan satu tiket untuk berbagai moda.


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017