Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Mandiri Persero Tbk menargetkan kantor cabang penuh perdana di Malaysia dapat beroperasi pada tahun ini, setelah diperolehnya respons dari Bank Negara Malaysia (BNM) untuk status "Qualified ASEAN Bank" (QAB).

"Kami sudah dapat tanggapan dari otoritas di sana, targetnya tahun ini bisa jalan," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiaman A. Arianto di Gedung Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu.

Sulaiman mengatakan pendirian kantor cabang penuh di Malaysia tidak akan menunggu pembentukan induk usaha BUMN (holding) perbankan.

Saat ini, ujar dia, Bank Mandiri hanya tinggal menyelesaikan syarat dari BNM dan kelengkapan administrasi untuk pendirian kantor cabang.

"Kami masih nunggu dari otoritarisai keuangan setempat. Kenapa kami masih menunggu, karena policy (kebijakan) di luar ini, lebih ke bank masing-masing," ujar dia.

Pada tahun ini, Mandiri juga berencana untuk berekspansi ke Filipina. Opsi perluasan bisnis di Filipina adalah mengakuisisi perusahaan setempat, atau mendirikan perusahaan gabungan (joint venture) untuk mengoptimalkan pasar yang sudah ada.

Namun, kata Sulaiman, Mandiri masih mempertimbangkan opsi terbaik. Realisasi ekspansi ke Filipina juga, ujarnya, kecil kemungkinan untuk tahun ini.

"Tahun ini targetnya Malaysia. Prinsipnya kita ingin perkuat pasar domestik namun tetap merambah global," katanya.

Pada Rencana Bisnis Bank (RBB) Mandiri 2017, emiten bersandi BMRI tersebut menganggarkan belanja anorganik (belanja di luar inti bisnis) sebesar Rp2,5 triliun hingga Rp4 triliun. Belanja anorganik tersebut mencakup ekspansi cabang dan suntikan modal anak usaha.

Saat ini aset Bank Mandiri sudah terkumpul Rp1.034,7 triliun. Tahun ini, selain pertumbuhan anorganik, Mandiri juga tengah berusaha mengembalikan tren positif kinerja, setelah pada 2016, laba perseroan turun 32,1 persen menjadi Rp13,81 triliun.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017