Mentan: Pemerintah siapkan 60.000 hektare lahan bawang putih

Mentan: Pemerintah siapkan 60.000 hektare lahan bawang putih

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. (ANTARA /Ampelsa)

Sekarang sudah naik 1.000 hektare lebih."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengemukakan bahwa Pemerintah Indonesia menyiapkan ketersediaan lahan seluas 60.000 hektare untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.

"Bawang putih ini sekarang kita pun sebenarnya impor hanya 500.000 ton. Itu butuh lahan 60.000 hektare," katanya, usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna membahas kestabilan harga dan stok bahan pangan di bulan Ramadhan, di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.

Salah satu daerah yang disiapkan untuk ditanami bawang putih, menurut dia, yaitu Temanggung, Jawa Tengah.

Hingga akhir 2016, ia mengemukakan, jumlah seluruh lahan yang ditanami bawang putih hanya seluas 150 hektare, dan akan terus ditingkatkan karena cuaca pertanian (agro climate) di Indonesia cocok.

"Sekarang sudah naik 1.000 hektare lebih. Mungkin tahun depan kami naikkan sampai 5.000 atau 10.000 hektare. Jadi, potensi Indonesia ini kita gali karena agro climate-nya cocok," ujarnya.

Ia pun berkeyakinan bahwa Pemerintah RI dapat menyediakan lahan seluas 60.000 hektare yang cocok ditanami bawang putih lantaran data Kementerian Pertanian memperlihatkan produktivitas per hektare lahan dapat  menghasilkan sekira 10 ton bawang putih.

Selain Temanggung, ia menyatakan persoalan impor bawang putih dapat diselesaikan apabila dibantu dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Barat yang memiliki iklim serupa.

Pada 2017 Kementerian Pertanian menargetkan perluasan lahan tanam bawang putih Temanggung menjadi 800 hektare, kemudian 10.000 hektare pada 2018 dan 20.000 hektare di tahun 2019.

Kementerian Pertanian juga memberikan program bantuan budidaya bawang putih totalnya senilai Rp15 miliar kepada petaninya di Temanggung sebagai bentuk keberpihakan kepada petani domestik, demikian Amran Sulaiman.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar