Ponorogo (ANTARA News) - Sebanyak 10 Kecamatan dari 21 Kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dinyatakan sebagai daerah endemi penyebaran virus flu burung atau avian influenza (AI). Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan, Subdin Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Andi Susetya, Rabu, mengatakan penyebaran AI di Kabupaten Ponorogo terus meluas yaitu terhitung sejak Januari 2007 hingga kini sudah ada kasus flu burung ditemukan di 76 titik pada 54 desa yang ada. "Data yang ada hingga kini sudah sekitar 1.000 ekor unggas berhasil dimusnahkan di wilayah Kabupaten Ponorogo," katanya kepada wartawan. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil pendataan pada hewan unggas yang sudah dimusnahkan, sementara jumlah unggas yang tidak dilaporkan warga karena takut atau alasan lainnya diperkirakan lebih dari itu. Adanya penyebaran virus flu burung itu, kata dia, membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya AI, sehingga apabila ada laporan ayam mati warga enggan melaporkan ke Dinas terkait. Menurut Andi, warga lebih cenderung menyembelih atau menjual unggasnya saat diketahui ada yang sakit daripada memusnahkan atau melaporkan ke pihak yang menangani hal itu. "Untuk itu, yang perlu digiatkan saat ini adalah menyadarkan masyarakat melalui sosialisasi," katanya. Akibat penyebaran flu burung tersebut, populasi unggas khusunya ayam buras di Ponorogo tiap tahunnya berkurang hingga 2,5 persen, yaitu dari populasi satu Juta ekor menjadi 975 ribu ekor.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007