Tujuh gerilyawan ISIS tewas dalam serangan udara di Irak barat

Tujuh gerilyawan ISIS tewas dalam serangan udara di Irak barat

Dokumen foto pasukan tentara Suriah menyampaikan salam kemenangan usai merebut kembali Kota Aleppo dari ISIS, Maret 2017. Militer Suriah mengumumkan gencatan senjata di Kota Deera selama 48 jam pada Sabtu (17/6/2017). (Reuters)

Ramadi, Irak (ANTARA News) - Tak kurang dari tujuh petempur ISIS tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di daerah yang dikuasai kelompok fanatik itu di bagian barat Provinsi Anbar, Irak, kata seorang komandan militer Irak, Senin (31/7).

Serangan udara tersebut dilancarkan terhadap posisi ISIS di bagian utara Kota Rawa --yang dikuasai IS, sekitar 320 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Irak, Kabul. 

Serangan udara itu menghancurkan pos ISIS  dan menewaskan tujuh gerilyawan, selain menghancurkan dua kendaraan IS, kata May. Jend. Qassim Al-Muhammadi --Komandan Al-Jazira Al-Jazira Operation-- kepada wartawan.

Secara terpisah, tentara Irak menjinakkan dan meledakkan sebanyak 97 bom pinggir jalan di berbagai daerah di dekat Ibu Kota Provinsi tersebut, Ramadi, sekitar 110 kilometer di sebelah barat Baghdad, kata satu sumber keamanan provinsi yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada Xinhua.

Sebelumnya, pasukan keamanan Irak mengusir petempur ISIS dari kota besar penting di Provinsi Anbar, termasuk Ramadi dan Fallujah, yang berdekatan. Tapi beberapa daerah di dekat perbatasan dengan tetangga Irak, Suriah --termasuk Aana, Rawa dan Al-Qaim serta banyak daerah di seluruh provinsi tersebut, masih dikuasai petempur kelompok fanatik ISIS.

Pada 10 Juli, Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi, secara resmi mengumumkan pembebasan Mosul dari IS setelah hampir sembilan bulan pertempuran sengit untuk mengusir petempur fanatik dari kubu utama terakhir mereka di Irak.

Al-Abadi telah mengumumkan rencana baru untuk membebaskan Kota Kecil Tal Afar, yang dikuasai IS, dari petempur fanatik. Operasi itu akan meliputi keikut-sertaan paramiliter yang kebanyakan anggotanya pemeluk Syiah, Hashd Shaabi, dan petempur suku Sunni.

Pasukan Irak masih harus melancarkan serangan lain guna mengusir anggota ISIS dari tempat persembunyian mereka di Hawijah di bagian barat-daya Kirkuk, daerah terjal yang berdekatan di Provinsi Salahudin di Irak Timur. Pasukan Irak juga masih harus membersihkan sisa kubu ISIS di beberapa kota kecil perbatasan dengan Suriah di Provinsi Anbar, Irak Barat.

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Moeldoko: Status kewarganegaraan WNI eks ISIS perlu diverifikasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar