Rosemarie Donkersloot serahkan lukisan diri Sultan Hamid II

Rosemarie Donkersloot serahkan lukisan diri Sultan Hamid II

Rosemarie Donkersloot (kiri) mengumumkan penyerahan lukisan diri Sultan Hamid II kepada putra sang perancang lambang Garuda Pancasila itu, Syarif Max Yusuf Alkadrie (kanan), disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja (tengah), di KBRI Den Haag, Jumat (4/8/2017). (twitter.com/@kbridenhaag)

London (ANTARA News) - Rosemarie Donkersloot, warga Belanda kelahiran Indonesia, menyerahkan lukisan diri Sultan Hamid II kepada putra sang perancang lambang Garuda Pancasila itu, Syarif Max Yusuf Alkadrie, disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Jumat (4/8).

Acara serah terima berlangsung di Aula Nusantara, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda, yang juga dihadiri keluarga besar Sultan Hamid II dan keluarga besar Rosemarie Donkersloot dan tamu undangan, demikian keterangan Sekretaris Pertama Fungsi Penengan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) KBRI Den Haag, Noira Solani, kepada ANTARA News, Sabtu.

Donkersloot mewarisi lukisan Sultan Hamid II dari ibunya, yang menyimpan sejak tahun 1900.

Sang ibu itu merupakan teman studi Sultan Hamid II, dan ia mendapatkan lukisan dari pelukis Peter Odijk dari Delf, yang melukis Sultan Hamid II sewaktu melakukan studinya di Royal Military School di Breda, Belanda.

Sultan Hamid II adalah Sultan Pontianak VIII yang memerintah Kalimantan Barat pada 1946 hingga 1950. Saat menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949, Sultan Hamid membawa istri dan anaknya, Max Alkadrie ke Belanda.

Banyak generasi muda sekarang yang tidak mengetahui bahwa Sultan Hamid II merupakan salah seorang perancang lambang negara RI, Garuda Pancasila.

Max Alkadrie menggambarkan betapa ayahnya adalah orang yang sangat mencintai Indonesia. Max juga menyampaikan akan memberikan tempat yang terhormat bagi lukisan diri Sultan Hamid II yang tidak hanya dinikmati oleh keluarga besar, tetapi juga khalayak umum, khususnya seluruh rakyat Indonesia.

Rosmarie Donkersloot juga menghadiahkan lukisan Pemandangan Tangkuban Perahu yang bergaya mooi Indie kepada Dubes Wesaka Puja.

Lukisan yang berumur 120 tahun itu merupakan kenangan ibunda Donkersloot akan kampung halaman di Bandung, tempat ia pernah tinggal dan menetap.

Dubes Puja pun mengucapkan terima kasih atas hubah lukisan Sultan Hamid II kepada ahli warisnya dan lukisan Pemandangan Tangkuban Perahu kepada KBRI Den Haag.

Ia pun menilai bahwa tindakan keluarga Donkersloot sangat positif dalam meningkatkan kontak antar-orang (people to people contact) antara komunitas Indonesia dan Belanda, serta Diaspora Indonesia di Belanda.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar